Bitcoin siap mengalahkan saham dan obligasi, tetapi pernyataan ini telah didengar di Wall Street selama lebih dari satu tahun.


Kepala portofolio global Credit Suisse sebelumnya, Mark Connors, mengatakan bahwa Bitcoin telah keluar dari periode kinerja terburuk terpanjang dalam sejarah, dan bersiap memimpin emas dan obligasi.
Alasannya? Inflasi yang terus berlanjut, dan dana membutuhkan alat lindung nilai baru.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin memang kalah dari Nasdaq dan S&P, ETF terus keluar, dan sentimen ritel rendah.
Namun, justru dalam keadaan “terlupakan” ini, biasanya menjadi jendela bagi dana besar untuk melakukan penataan ulang portofolio.
Logika Connors adalah: penilaian aset tradisional sudah mencerminkan ekspektasi penurunan suku bunga secara cukup, sementara volatilitas Bitcoin berada di level rendah, dan implied volatility mencapai titik terendah dalam 7 bulan—pasar derivatif sedang melakukan de-leveraging, bukan panik.
Begitu narasi makro berubah dari “soft landing” menjadi “inflasi yang melekat,” narasi kelangkaan Bitcoin akan kembali dinilai ulang.
Sebaliknya, jika pasar saham AS terus mencapai rekor baru dan dolar menguat, rebound Bitcoin mungkin hanya merupakan short covering.
Ujian sebenarnya adalah: apakah kali ini kenaikan mengalahkan tren atau hanya sebuah false breakout lagi?
$btc #etf #Blockchain #加密市场 #Crypto World
BTC0,54%
SPX-2,64%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan