Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Ada sebuah cerita yang cukup menarik sedang beredar di media sosial terkait Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds IRGC. Menurut beberapa akun Israel dengan jumlah pengikut besar di X, mereka menegaskan bahwa Qaani sebenarnya adalah mata-mata Israel dan saat ini telah kembali dengan aman.
Jika hal ini benar, maka Esmail Qaani - yang menggantikan Qasem Soleimani pada tahun 2020 setelah Soleimani dibunuh dalam serangan udara AS - mungkin telah terlibat dalam peristiwa sejarah besar. Kita tahu bahwa pemimpin seperti Hassan Nasrallah, Esmail Haniyeh, dan bahkan Khamenei telah dibunuh dalam beberapa tahun terakhir, dan jika Qaani terlibat, itu akan menjadi salah satu operasi mata-mata rahasia terbesar.
Faktanya, ada tanda-tanda mencurigakan yang muncul sebelumnya. Pada pertengahan tahun 2025, setelah serangan besar terhadap pemimpin IRGC dalam konflik selama 12 hari, Esmail Qaani adalah salah satu dari sedikit orang yang selamat. Kemudian, ada berita bahwa dia ditangkap dan diinterogasi oleh pejabat IRGC dengan dugaan sebagai mata-mata asing, lalu kemudian dibebaskan.
Ada detail lain yang juga patut diperhatikan: Qaani selamat dari serangan yang menargetkan Hassan Nasrallah saat dia berada di Beirut bertemu dengan pemimpin Hezbollah untuk membahas strategi melawan Israel. Kejadian seperti ini pasti membuat orang bertanya-tanya.
Semua ini masih berupa spekulasi dan teori yang belum dikonfirmasi secara resmi. Tetapi cerita tentang Esmail Qaani pasti menjadi salah satu hal paling menarik yang sedang dibahas saat ini di kalangan geopolitik.