Saya baru menyadari bahwa banyak orang belum memahami dengan jelas tentang short selling, sebuah strategi perdagangan yang cukup menarik dan dapat menghasilkan keuntungan dalam pasar yang sedang menurun. Hari ini saya ingin berbagi pengalaman saya tentang cara kerjanya.



Short selling secara dasar adalah ketika Anda memprediksi harga suatu aset akan turun, lalu meminjamnya dan langsung menjualnya. Tujuannya adalah membeli kembali setelah harga turun, lalu mendapatkan selisihnya. Cara ini sudah ada sejak abad ke-17 di pasar saham Belanda, tetapi benar-benar menonjol selama krisis keuangan 2008 ketika orang menyadari kekuatannya.

Ada dua jenis short selling utama yang perlu Anda ketahui. Jenis pertama adalah short selling tanpa batas, yaitu menjual tanpa meminjam apa pun. Cara ini sangat berisiko karena mudah menyebabkan manipulasi pasar sehingga biasanya dilarang atau dibatasi. Jenis kedua adalah short selling dengan perlindungan, di mana Anda meminjam aset terlebih dahulu lalu menjualnya. Ini adalah cara yang sehat dan diterima.

Ketika ingin melakukan short selling melalui perusahaan pialang atau platform margin trading, Anda perlu menyiapkan beberapa hal. Pertama adalah margin awal. Di pasar tradisional, rasio ini bisa mencapai 50% dari nilai aset. Tetapi dalam cryptocurrency, tergantung pada leverage dan platformnya. Misalnya, jika Anda menjual short USD 1000 dengan leverage 5x, Anda hanya perlu USD 200 sebagai jaminan.

Kedua adalah risiko likuidasi. Jika margin Anda turun secara drastis, platform akan meminta Anda menambah modal atau secara sederhana melikuidasi posisi Anda untuk menutup kerugian. Ini bisa menyebabkan kerugian besar jika Anda tidak berhati-hati. Ketiga adalah margin pemeliharaan, yang memastikan Anda selalu memiliki cukup modal di akun untuk menutupi kerugian.

Tapi mengapa orang menggunakan short selling? Manfaat paling jelas adalah sebagai perlindungan. Anda dapat melindungi portofolio dengan menutupi kerugian dari posisi panjang lainnya, terutama saat pasar bergejolak. Selain itu, short selling meningkatkan likuiditas, memudahkan pembeli dan penjual dalam melakukan transfer. Lebih penting lagi, ini memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari penurunan harga, bukan hanya menunggu harga naik.

Namun, short selling juga memiliki risiko yang tidak kecil. Kerugian teoritis tidak terbatas karena harga bisa naik terus-menerus. Berita mendadak tentang kenaikan harga bisa dengan cepat membuat Anda mengalami kesulitan. Saya pernah melihat trader profesional menghadapi kebangkrutan karena short selling. Selain itu, suku bunga dan biaya berubah-ubah, terutama untuk aset yang sulit dipinjam. Di pasar saham, Anda juga harus membayar dividen yang dibagikan selama periode short.

Saat ini, short selling digunakan secara luas di pasar komoditas, obligasi, dan cryptocurrency. Ini adalah alat penting bagi dana lindung nilai, investor ritel, dan entitas perdagangan profesional.

Singkatnya, short selling adalah strategi yang kuat yang memungkinkan Anda memanfaatkan penurunan harga, baik untuk perlindungan maupun spekulasi. Tetapi ingatlah untuk mempertimbangkan kerugian dan risiko, termasuk biaya transfer, tekanan harga, dan kerugian tak terbatas. Jika Anda berencana mencoba short selling, mulailah dari kecil dan pahami mekanismenya dengan baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan