Baru-baru ini saya tertarik, mata uang apa yang sebenarnya paling mahal, dan hasilnya mengejutkan. Ternyata, mata uang termahal di dunia bukanlah pound atau euro, seperti yang saya pikirkan, melainkan dinar Kuwait. Satu dinar bernilai sekitar 3,26 dolar. Angka yang gila untuk negara kecil, bukan?



Kuwait mempertahankan status ini berkat cadangan minyak yang besar dan ekonomi yang sangat stabil. Di sebelahnya ada dinar Bahrain (2,65 USD) dan rial Oman (2,60 USD) — ketiganya dari Teluk Persia, semuanya kaya minyak. Terlihat pola yang jelas.

Selanjutnya dalam daftar ada mata uang yang lebih akrab bagi kita. Pound Inggris sekitar 1,27 dolar, euro sekitar 1,10, franc Swiss 1,08. Semuanya kuat dan stabil, tetapi mata uang termahal di dunia tetap berada di Teluk Persia.

Momen menarik: kurs tinggi suatu mata uang tidak berarti bahwa mata uang tersebut membeli lebih banyak di dalam negeri. Ini hanya mencerminkan kekuatan ekonomi dan kepercayaan terhadap negara tersebut. Dinar Kuwait mahal karena didukung oleh minyak dan stabilitas politik, bukan karena semuanya lebih murah di sana. Menarik untuk melihat bagaimana kurs akan berubah di masa depan dengan peralihan ke energi hijau.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan