Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Kamu tahu, ini adalah sesuatu yang akhir-akhir ini sering dibahas di komunitas trader Muslim. Pertanyaan apakah trading itu haram dalam Islam terus muncul, dan jujur saja, ini menjadi perjuangan nyata bagi banyak umat yang mencoba menavigasi pasar kripto dan futures.
Izinkan saya menjelaskan mengapa begitu banyak ulama Islam memiliki kekhawatiran tentang trading futures. Pertama, ada konsep Gharar—ketidakpastian berlebihan. Ketika kamu trading kontrak futures untuk aset yang sebenarnya tidak kamu miliki atau kuasai saat itu, itu bermasalah. Ada hadis yang jelas mengatakan "Jangan jual apa yang tidak ada padamu," dan futures agak bertentangan dengan prinsip itu.
Lalu ada Riba, yaitu bunga. Trading futures sering melibatkan leverage dan posisi margin, dan biasanya disertai pinjaman berbasis bunga atau biaya overnight. Dalam Islam, segala bentuk riba sangat dilarang. Dan jujur saja, sebagian besar futures konvensional melibatkan semacam pinjaman dengan leverage.
Masalah utama lainnya adalah aspek spekulasi. Hukum Islam memiliki konsep yang disebut Maisir, yang secara dasar melarang transaksi seperti perjudian. Ketika trader hanya berspekulasi tentang pergerakan harga tanpa ada penggunaan nyata atau niat untuk benar-benar menggunakan aset tersebut, itu mulai terlihat seperti permainan peluang. Itu bukan inti dari keuangan Islam.
Ada juga masalah waktu. Syariah mengharuskan bahwa dalam kontrak forward yang sah, salah satu pihak—baik pembayaran maupun barang—harus dilakukan segera. Tapi dengan futures, baik pengiriman aset maupun pembayaran tertunda. Itu melanggar struktur dasar dari kontrak Islam.
Sekarang, di sinilah menariknya. Beberapa ulama memang melihat kemungkinan jalan keluar, tetapi sangat terbatas. Mereka mungkin mengizinkan jenis kontrak forward tertentu dengan syarat-syarat yang sangat spesifik. Aset harus halal dan nyata—bukan sekadar derivatif keuangan. Penjual harus benar-benar memiliki aset tersebut atau memiliki hak yang sah untuk menjualnya. Dan yang penting, kontrak tersebut hanya boleh digunakan untuk lindung nilai yang sah terhadap kebutuhan bisnis nyata, bukan sekadar spekulasi. Tanpa leverage, tanpa bunga, tanpa short-selling. Jika semua elemen itu dihilangkan, yang tersisa lebih mirip kontrak Salam Islam, bukan futures konvensional.
Lalu, bagaimana posisi otoritas Islam utama? AAOIFI, organisasi utama untuk akuntansi dan audit lembaga keuangan Islam, cukup tegas melarang futures konvensional. Pesantren Islam tradisional seperti Darul Uloom Deoband umumnya menganggapnya haram. Beberapa ekonom Islam modern berusaha merancang derivatif yang sesuai syariah, tetapi mereka berhati-hati untuk membedakan dari trading futures standar.
Faktanya, trading futures konvensional seperti yang ada saat ini masuk ke kategori haram bagi kebanyakan ulama karena spekulasi, adanya bunga, dan fakta bahwa kamu menjual apa yang tidak kamu miliki. Jika kamu trader Muslim yang mencari alternatif halal, sebenarnya ada opsi yang layak dieksplorasi—misalnya dana bersama Islam, portofolio saham yang sesuai syariah, Sukuk, atau investasi dalam aset nyata. Itu jauh lebih sesuai dengan prinsip keuangan Islam.
Ini posisi yang sulit bagi trader Muslim yang menavigasi pasar ini, tetapi memahami perspektif Islam tentang trading membantu memperjelas apa yang sebenarnya diperbolehkan dan apa yang melanggar batas.