Pernah bertanya-tanya bagaimana seseorang mengubah $400 menjadi $200 juta? Itu Richard Dennis untukmu – orang yang pada dasarnya membuktikan bahwa trading bukanlah klub eksklusif Wall Street berbakat, tetapi sesuatu yang bisa dipelajari siapa saja.



Dennis berasal dari nol di Chicago. Mulai trading saat berusia 17 tahun (secara teknis sebagai pelaksana pesanan, tetapi dia menemukan celah). Pada saat dia di pertengahan 30-an, kekayaannya melambung ke ratusan juta dolar. Pria ini tidak memiliki kredensial mewah atau uang keluarga – hanya disiplin murni, pemikiran probabilitas, dan obsesi terhadap mengikuti tren.

Apa yang benar-benar membuatku terkejut? Eksperimen Turtle Trading. Jadi Dennis membuat taruhan ini dengan trader lain bernama Bill Eckhardt. Eckhardt mengatakan bahwa bakat trading adalah sesuatu yang kamu lahirkan. Dennis sama sekali tidak setuju. Dia bilang, "Aku bisa mengajarkan siapa saja untuk trading." Untuk membuktikannya, dia secara harfiah merekrut 14 orang acak – bukan jenius matematika, hanya orang biasa – dan mengajarkan mereka sistemnya.

Hasilnya? Sangat gila. Antara 1984 dan 1988, rata-rata Turtle ini mendapatkan pengembalian tahunan lebih dari 80%. Kita bicara tentang keuntungan $175 juta. Jadi ya, kekayaan bersih Richard Dennis dan keberhasilan murid-muridnya pada dasarnya menyelesaikan debat itu.

Inilah yang membuat sistem Turtle berhasil: mereka mengikuti dua strategi mengikuti tren. Yang agresif masuk saat harga menembus tertinggi/terendah 20 hari. Yang konservatif menunggu breakout 55 hari. Keduanya memiliki aturan ketat tentang ukuran posisi, stop loss, dan kapan keluar. Tanpa emosi, hanya data dan disiplin.

Tapi inilah yang Dennis sadari jauh sebelum tren ini menjadi populer – psikologi lebih penting dari yang kamu kira. Dia akan membaca Psychology Today daripada laporan panen. Dia tahu trader sering menghancurkan diri secara emosional. Dia terkenal dengan mengatakan bahwa kamu harus menerima kerugian secara mental. Suatu waktu dia kehilangan $1.000 dalam dua jam di awal kariernya, dan dia menganggap pelajaran menyakitkan itu sebagai hal terbaik yang pernah terjadi padanya.

Yang luar biasa adalah pendekatannya pada dasarnya adalah keuangan perilaku sebelum itu memenangkan Hadiah Nobel. Dia mengerti bahwa pasar bergerak karena keserakahan dan ketakutan, bukan logika. Jadi alih-alih mencoba memprediksi masa depan, dia hanya mengikuti tren sampai tren itu pecah. Sederhana tapi sangat efektif.

Eksperimen Turtle mengubah segalanya. Tiba-tiba, trading bukan lagi seni misterius – itu bisa diajarkan. Beberapa muridnya, seperti Jerry Parker, kemudian membangun perusahaan mereka sendiri yang sukses. Dan meskipun Dennis sendiri mengalami masa sulit (kehilangan setengah kekayaannya tahun 1987-88), kekayaannya pulih dan warisannya tetap bertahan.

Apa yang saya ambil dari ini? Dennis membuktikan tiga hal: (1) Mengikuti tren bekerja di berbagai pasar jika kamu disiplin, (2) Ukuran posisi dan manajemen risiko mengalahkan mencoba mengatur waktu pasar, (3) Psikologi kamu adalah keunggulan terbesar atau kerugian terbesar kamu. Pria ini bertransformasi dari anak dari kelas pekerja menjadi legenda trading tanpa pelatihan formal. Itulah kisah asal-usul yang benar-benar penting dalam industri ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan