Tidak pernah berbohong, awalnya saya tidak pernah berpikir untuk menulis hal seperti ini. Saya hanyalah seorang insinyur mekanik berusia 23 tahun, menghabiskan waktu luang saya untuk trading, tidak ada yang istimewa. Tapi perjalanan trading selama satu setengah tahun ini mengubah banyak pemikiran saya.



Sejujurnya, saya bukan trader jenius, hasilnya juga tidak stabil. Kadang menghasilkan uang, kadang kehilangan uang. Tapi yang penting, saya tidak kehilangan semuanya dengan tragis, sehingga saya bisa terus bertahan. Pada awalnya, saya adalah tipe pemula—melihat harga naik langsung ikut beli, melihat harga turun langsung tahan. Saat itu saya bekerja di bisnis keluarga, tidak kekurangan uang, yang kurang adalah pengetahuan dan rencana. Akibatnya, akun saya terus menurun.

Titik balik pun datang. Suatu kali saya terpaksa mengikuti kursus analisis teknikal, yang mengajarkan analisis instrumen keuangan untuk pemula. Kelas itu membuat saya pertama kali mengerti apa yang salah dari diri saya. Guru menjelaskan tentang sejarah pasar, berbagai instrumen keuangan termasuk cryptocurrency, pelaku pasar, dan lain-lain. Yang paling penting, saya belajar tentang pentingnya stop loss. Tanpa stop loss, order? Ya, siap-siap saja dipelajari pasar. Juga pengendalian emosi—ini selalu menjadi musuh terbesar.

Guru menyarankan kita menggunakan trading otomatis atau mencari penasihat keuangan, tapi saya ingin mengandalkan diri sendiri. Saya selalu menggunakan metode matematika dan indikator untuk trading. Ada hasilnya, tapi belum cukup untuk menghasilkan uang. Saat itu saya tertarik pada segala hal, merasa saya tahu semuanya, tidak sabar ingin mendapatkan uang besar. Bahkan saya bilang ke pacar, setelah saya mulai menghasilkan uang, saya akan membantunya. Tapi apa kenyataannya? Sama sekali tidak sesuai rencana.

Saya tidak benar-benar mendengarkan nasihat mentor—tentang disiplin, aturan, rencana trading, jurnal trading dan sebagainya. Saya membeli buku seperti 《Trading in the Zone》 dan 《Master Trader》, tapi saat itu saya terlalu muda, sama sekali tidak memahami makna mendalam di dalamnya. Kemudian saya mulai kehilangan sedikit lebih sedikit, bukan hanya karena menggunakan stop loss, tapi juga karena mulai memahami diri sendiri. Proses ini seperti perjalanan penemuan diri dalam trading.

Selanjutnya saya mencoba strategi yang diajarkan di kursus, tapi kurang disiplin dan ketakutan membuat saya gagal lagi. Jadi saya gila mencari strategi baru di internet, tapi tidak sadar bahwa masalah utama bukan pada strategi, melainkan pada saya yang tidak mampu menanggung drawdown. Setiap kali gagal, saya semakin dalam menggali, menghabiskan semua waktu luang untuk belajar satu strategi demi strategi, tapi hasilnya nihil.

Suatu kali saya melihat EURNZD berkonsolidasi dalam range, ada pin bar bearish yang jelas terbentuk di bawah sebagai tekanan. Saya berencana menunggu retest dan koreksi untuk short. Tapi hasilnya, di H4 muncul pola bullish engulfing yang cantik, saya langsung buy tanpa mengikuti rencana trading. Beberapa jam kemudian baru sadar betapa tidak disiplin saya. Tapi contoh ini sangat penting—saya akhirnya mulai menyadari kesalahan saya.

Sejujurnya, saya sudah tidak menganggap diri saya pemula lagi. Pasar berbalik dengan cepat, di H4 saya ketakutan. Harga mendekati stop loss lalu berbalik lagi, hampir mencapai rasio risiko-imbalan 1:1.

Cerita ini sampai di sini, tapi perjalanan trading saya masih berlanjut. Saya rangkum: kehilangan uang adalah biaya belajar, tapi sebisa mungkin harus seminimal mungkin. Semangat, keras kepala, ketekunan, komitmen, ketahanan, dan kesabaran adalah hal yang wajib. Hanya memahami analisis teknikal tidak cukup, harus praktik langsung, melakukan kesalahan, dan mengubah mindset. Temukan mentor yang benar-benar hebat lalu dengarkan dia, jangan dengarkan omong kosong orang lain.

Saya tidak tahu ke mana perjalanan trading ini akan membawa saya akhirnya. Mungkin suatu hari saya bisa mencapai kebebasan finansial melalui trading, atau mungkin saya akan menempuh jalan yang sama sekali berbeda. Tapi sekarang saya berjalan langkah demi langkah, mengandalkan kesabaran, disiplin, dan tidak sering berganti strategi. Mungkin trading hanyalah salah satu fase dalam hidup saya, atau mungkin tidak. Satu hal yang pasti, trading telah mengubah saya, dan akan terus mengubah saya, karena saya bersedia berkorban untuk itu. Ini juga membuktikan pepatah lama—kita tidak berpergian untuk tujuan, tapi untuk perjalanan itu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan