Saya baru saja membaca sesuatu yang menarik tentang seorang petani Amerika Serikat dari abad ke-19 bernama Samuel Benner. Tipe ini menerbitkan analisis siklus pasar yang tampaknya hampir profetik: mengidentifikasi pola tentang kapan terjadi kepanikan di pasar, kapan waktu yang baik untuk membeli, dan kapan harus menjual.



Yang paling menarik adalah bahwa kita berbicara tentang 150 tahun yang lalu. Samuel Benner tidak memiliki akses ke data waktu nyata maupun algoritma canggih, hanya observasi empiris dan analisis manual. Dan namun, prediksi-prediksinya terbukti cukup akurat selama berabad-abad.

Saya mulai meneliti sedikit lebih dalam dan menemukan bahwa banyak trader dan analis modern masih merujuk pada karya Samuel Benner. Bukan sebagai kebenaran mutlak, tentu saja, tetapi sebagai referensi untuk memahami siklus sejarah. Seperti dia telah mengidentifikasi pola yang begitu mendasar dalam perilaku manusia dan pasar sehingga tetap bertahan.

Ini membuat saya berpikir tentang sesuatu: berapa banyak dari kita yang benar-benar mempelajari siklus sejarah sebelum mengambil keputusan? Samuel Benner melakukannya berabad-abad yang lalu tanpa bahkan memiliki teknologi yang kita miliki hari ini. Analisisnya tentang periode kepanikan dan peluang membeli tetap relevan karena pasar, pada akhirnya, tetap didorong oleh emosi manusia.

Akan sangat berharga untuk meninjau apa yang dikatakan Samuel Benner tentang siklus saat ini. Mungkin ada sesuatu yang terlewatkan di tengah semua kebisingan pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan