Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#GateSquarePizzaDay
Harga Emas Stabil di Tengah Gejolak Iran, Minyak Turun dan Dolar Melemah
Harga emas global bergerak stabil pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah sempat tertekan hingga 1% di awal sesi.
Pergerakan ini terjadi di tengah turunnya harga minyak akibat ketidakpastian arah penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS)–Israel dan Iran, yang turut mempengaruhi sentimen pasar komoditas global.
Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat naik tipis 0,1% menjadi US$4.547,54 per ons pada pukul 02.04 waktu setempat, setelah sebelumnya sempat turun hingga 1%. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah tipis 0,1% di level US$4.542,50 per ons.
Di sisi lain, harga minyak dunia mengalami volatilitas tinggi dan cenderung melemah setelah sebelumnya sempat naik sekitar 3%. Pasar masih dibayangi ketidakpastian arah konflik geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
"Turunnya harga minyak dan mundurnya dolar dari level tertinggi enam minggu terakhir seharusnya mendukung emas dalam jangka pendek, meski perdagangan masih akan cenderung hati-hati," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.
Ia menambahkan, dinamika kesepakatan geopolitik yang kerap tidak konsisten membuat pelaku pasar memilih bersikap lebih waspada dalam mengambil posisi.
Sejak konflik pecah pada akhir Februari, harga emas tercatat telah terkoreksi lebih dari 14%. Ketegangan tersebut sempat mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga energi, serta memicu kekhawatiran inflasi global.
Dari sisi makroekonomi, pelemahan dolar AS turut membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sekitar 0,2%, sehingga menurunkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Namun, tekanan terhadap emas masih datang dari ekspektasi kebijakan moneter ketat. Lonjakan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi membuat bank sentral, termasuk The Federal Reserve, diperkirakan menahan atau bahkan menaikkan suku bunga.
"Inflasi yang terdorong kenaikan harga minyak memberi tekanan bagi bank sentral untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Ini menjadi tantangan bagi emas dalam jangka pendek," kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya kurang menarik dalam periode suku bunga tinggi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun ini. Angka tersebut naik dari 48% sehari sebelumnya.
Sementara itu, logam mulia lain turut bergerak menguat. Harga perak spot naik 0,9% menjadi US$76,63 per ons, platinum menguat 0,6% ke US$1.962, dan palladium naik 1,1% ke US$1.384,50 per ons.