Ada sebuah cerita yang belakangan ini menarik perhatian di komunitas kripto, melibatkan seorang investor muda dari Swiss, Dadvan Yousuf. Pengalaman pria ini bisa dikatakan sebagai contoh klasik dari nol menjadi pahlawan lalu terjerumus dalam kontroversi.



Pertama, mari bahas kejadian terbaru. Pada Agustus 2024, pengadilan tingkat atas di Zurich mengeluarkan putusan terkait gugatan fitnah antara Yousuf dan perusahaan penyiaran Swiss SRF. Pengadilan memutuskan bahwa para jurnalis tersebut tidak dapat membuktikan tuduhan mereka, yang merupakan kali pertama dalam sejarah SRF. Biaya pengacara Yousuf sebesar 10.676 franc Swiss ditanggung oleh SRF. Tapi masalah belum selesai, pada November SRF mengeluarkan pernyataan pembelaan, dan Yousuf kemudian mengajukan gugatan baru, kali ini menuntut ganti rugi sebesar 13 juta franc Swiss. Proses ini tampak cukup sengit.

Namun, untuk memahami mengapa Dadvan Yousuf begitu menjadi perhatian, kita harus menengok ke belakang. Ceritanya awalnya adalah sebuah kisah inspiratif. Lahir pada April 2000 di Kurdistan Irak, saat berusia 3 tahun keluarganya melarikan diri ke Swiss. Saat berusia 11 tahun, dia menjual mainannya untuk mengumpulkan uang dan berinvestasi di Bitcoin, membeli 10 BTC saat harga 15 euro. Keputusan ini mengubah segalanya.

Pada 2012, dia kembali membeli 1.000 Bitcoin dengan biaya 11.126 euro. Pada 2016, dia memutuskan untuk membeli Ethereum secara besar-besaran, sebanyak 16.000 ETH dengan biaya 134.000 euro. Melalui investasi awal ini, Yousuf menjadi jutawan. Pada 2021, investor muda berusia 21 tahun ini masuk dalam daftar 30 Under 30 versi Forbes dan dipuji sebagai miliarder muda paling berbakat secara otodidak di Swiss. Pada Januari tahun itu, media Swiss memperkirakan kekayaannya mencapai 270 juta franc Swiss.

Namun, mulai 2022, situasi mulai menjadi rumit. Dia mendirikan Yayasan Dohrnii yang mengembangkan algoritma yang diklaim mampu memprediksi fluktuasi harga kripto, menggabungkan analisis teknikal, media sosial, data ekonomi makro, dan faktor lainnya. Pada tahun yang sama, dia juga mengakuisisi mayoritas saham perusahaan startup investasi properti yang berbasis di Liechtenstein, Crowdlitoken, yang mendapatkan persetujuan dari otoritas pengawas pasar keuangan Swiss, FINMA, dengan batas penjualan token sebesar 205 juta dolar AS.

Masalah muncul. Pada Februari 2022, muncul laporan kritis yang menuduh adanya ketidakwajaran dalam transaksi Yousuf. Pada Mei, FINMA melakukan penyelidikan terhadap Yayasan Dohrnii dan menemukan bahwa yayasan tersebut melakukan beberapa kegiatan yang diatur oleh regulasi, termasuk berperan sebagai perusahaan sekuritas, tetapi tanpa izin yang diperlukan. Pada Februari 2023, Yousuf mengundurkan diri dari posisi CEO, dan pada Juni tahun yang sama, yayasan tersebut dibubarkan.

Lebih serius lagi, mulai 2023, kantor keamanan publik Bern melakukan penyelidikan pidana terhadapnya. Inilah mengapa nama Dadvan Yousuf menjadi perbincangan hangat di dunia kripto—kisahnya mencakup perjalanan dari investor Bitcoin awal yang legendaris hingga badai regulasi. Ini juga mengingatkan kita bahwa meskipun meraih kesuksesan besar di bidang kripto, kepatuhan dan transparansi tetap sangat penting.
BTC-2,31%
ETH-3,18%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan