Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Ada sebuah cerita yang belakangan ini menarik perhatian di komunitas kripto, melibatkan seorang investor muda dari Swiss, Dadvan Yousuf. Pengalaman pria ini bisa dikatakan sebagai contoh klasik dari nol menjadi pahlawan lalu terjerumus dalam kontroversi.
Pertama, mari bahas kejadian terbaru. Pada Agustus 2024, pengadilan tingkat atas di Zurich mengeluarkan putusan terkait gugatan fitnah antara Yousuf dan perusahaan penyiaran Swiss SRF. Pengadilan memutuskan bahwa para jurnalis tersebut tidak dapat membuktikan tuduhan mereka, yang merupakan kali pertama dalam sejarah SRF. Biaya pengacara Yousuf sebesar 10.676 franc Swiss ditanggung oleh SRF. Tapi masalah belum selesai, pada November SRF mengeluarkan pernyataan pembelaan, dan Yousuf kemudian mengajukan gugatan baru, kali ini menuntut ganti rugi sebesar 13 juta franc Swiss. Proses ini tampak cukup sengit.
Namun, untuk memahami mengapa Dadvan Yousuf begitu menjadi perhatian, kita harus menengok ke belakang. Ceritanya awalnya adalah sebuah kisah inspiratif. Lahir pada April 2000 di Kurdistan Irak, saat berusia 3 tahun keluarganya melarikan diri ke Swiss. Saat berusia 11 tahun, dia menjual mainannya untuk mengumpulkan uang dan berinvestasi di Bitcoin, membeli 10 BTC saat harga 15 euro. Keputusan ini mengubah segalanya.
Pada 2012, dia kembali membeli 1.000 Bitcoin dengan biaya 11.126 euro. Pada 2016, dia memutuskan untuk membeli Ethereum secara besar-besaran, sebanyak 16.000 ETH dengan biaya 134.000 euro. Melalui investasi awal ini, Yousuf menjadi jutawan. Pada 2021, investor muda berusia 21 tahun ini masuk dalam daftar 30 Under 30 versi Forbes dan dipuji sebagai miliarder muda paling berbakat secara otodidak di Swiss. Pada Januari tahun itu, media Swiss memperkirakan kekayaannya mencapai 270 juta franc Swiss.
Namun, mulai 2022, situasi mulai menjadi rumit. Dia mendirikan Yayasan Dohrnii yang mengembangkan algoritma yang diklaim mampu memprediksi fluktuasi harga kripto, menggabungkan analisis teknikal, media sosial, data ekonomi makro, dan faktor lainnya. Pada tahun yang sama, dia juga mengakuisisi mayoritas saham perusahaan startup investasi properti yang berbasis di Liechtenstein, Crowdlitoken, yang mendapatkan persetujuan dari otoritas pengawas pasar keuangan Swiss, FINMA, dengan batas penjualan token sebesar 205 juta dolar AS.
Masalah muncul. Pada Februari 2022, muncul laporan kritis yang menuduh adanya ketidakwajaran dalam transaksi Yousuf. Pada Mei, FINMA melakukan penyelidikan terhadap Yayasan Dohrnii dan menemukan bahwa yayasan tersebut melakukan beberapa kegiatan yang diatur oleh regulasi, termasuk berperan sebagai perusahaan sekuritas, tetapi tanpa izin yang diperlukan. Pada Februari 2023, Yousuf mengundurkan diri dari posisi CEO, dan pada Juni tahun yang sama, yayasan tersebut dibubarkan.
Lebih serius lagi, mulai 2023, kantor keamanan publik Bern melakukan penyelidikan pidana terhadapnya. Inilah mengapa nama Dadvan Yousuf menjadi perbincangan hangat di dunia kripto—kisahnya mencakup perjalanan dari investor Bitcoin awal yang legendaris hingga badai regulasi. Ini juga mengingatkan kita bahwa meskipun meraih kesuksesan besar di bidang kripto, kepatuhan dan transparansi tetap sangat penting.