Baru saja melihat sebuah fenomena menarik, layak untuk dibahas. Banyak orang mengira kekuatan paspor sebuah negara tergantung pada seberapa berharga mata uangnya. Tapi kenyataannya sama sekali tidak seperti itu.



Pertama tentang mata uang. Dalam daftar mata uang termahal di dunia, dinar Kuwait selalu menduduki posisi pertama. Mata uang negara-negara Teluk seperti Bahrain dan Oman juga jauh mengungguli Eropa dan Amerika. Poundsterling, franc Swiss, euro—mata uang kuat tradisional—berada di belakang. Meski dolar AS tetap tak tergoyahkan sebagai mata uang cadangan global, dari segi nilai per unit, sebenarnya tidak terlalu unggul. Peringkat ini berubah setiap bulan, tapi pola dasarnya tetap stabil—kekuatan dolar minyak benar-benar tidak bisa diremehkan.

Lalu tentang paspor? Situasinya berbalik. Paspor Singapura, Korea Selatan, dan Jepang menempati tiga besar dalam peringkat kekuatan paspor global, warga negara ketiga negara ini bisa bebas visa atau mendapatkan visa on arrival ke lebih dari 190 negara. Tapi lihat mata uang mereka? Dolar Singapura bahkan tidak masuk sepuluh besar dalam peringkat mata uang global. Ini sangat ironis.

Situasi di Eropa bahkan lebih menarik. Paspor Jerman, Prancis, dan Spanyol sangat kuat, kemudahan yang diberikan oleh paspor Uni Eropa sudah tidak perlu diragukan lagi. Tapi meski euro adalah mata uang cadangan terbesar kedua di dunia, dari segi nilai per unit, euro juga tidak masuk dalam lima mata uang termahal.

Yang paling mengejutkan mungkin adalah Amerika Serikat. Paspor AS juga sangat tinggi peringkatnya di dunia, dan dolar AS adalah penguasa mutlak di dunia, tapi jika hanya melihat nilai per unit, dolar tidak masuk dalam sepuluh besar mata uang termahal di dunia. Apa artinya ini? Menunjukkan bahwa pengaruh ekonomi dan posisi keuangan sebuah negara sama sekali berbeda dengan nilai nominal mata uangnya.

Jadi kesimpulannya adalah: mata uang paling kuat dan paspor paling kuat biasanya tidak dimiliki oleh negara yang sama. Ini mencerminkan kompleksitas pola ekonomi global—beberapa negara unggul karena kekuatan finansial, sementara yang lain mendapatkan kemudahan karena stabilitas politik dan posisi internasional. Keduanya penting, tapi sama sekali bukan hal yang sama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan