Baru-baru ini saya meninjau kembali beberapa dasar analisis teknikal dan saya tertarik pada sesuatu yang masih belum dikuasai dengan baik oleh banyak trader baru: lilin Jepang. Jujur saja, ini adalah salah satu topik yang tampaknya rumit pada awalnya, tetapi setelah Anda memahaminya, itu benar-benar mengubah cara Anda membaca grafik.



Alat ini berasal dari jauh, secara harfiah. Pedagang Jepang dari pasar beras di abad ke-17 sudah menggunakannya untuk memahami bagaimana pergerakan harga. Jadi ketika Anda melihat lilin Jepang di platform modern mana pun, Anda menggunakan teknik yang telah terbukti nilainya selama berabad-abad.

Yang menarik adalah setiap lilin memberi tahu sebuah cerita hanya dengan empat elemen: harga pembukaan (di mana periode dimulai), harga penutupan (di mana berakhir), tertinggi (puncak yang dicapai), dan terendah (titik terendah). Dengan itu, Anda memiliki semua yang diperlukan untuk menafsirkan apa yang terjadi dalam interval waktu tersebut.

Sekarang, ketika Anda mulai membaca lilin Jepang, hal pertama yang Anda perhatikan adalah bahwa ada dua jenis dasar. Jika penutupan berada di atas pembukaan, Anda memiliki lilin bullish (biasanya hijau atau putih), yang berarti pembeli memenangkan ronde tersebut. Jika sebaliknya, Anda melihat lilin bearish (merah atau hitam), menunjukkan bahwa penjual mengendalikan pasar.

Tapi di sinilah bagian yang menarik: pola-pola. Tidak hanya melihat lilin secara individual, tetapi bagaimana mereka berperilaku secara berurutan. Misalnya, pola palu adalah sesuatu yang Anda lihat di akhir penurunan tajam. Memiliki badan kecil dan bayangan bawah yang panjang, dan secara dasar memberi tahu Anda bahwa setelah tekanan jual yang besar, pembeli mulai mendapatkan kembali kendali. Ini adalah sinyal bahwa tren turun mungkin akan berakhir.

Selanjutnya ada pola manusia tergantung, yang secara visual mirip tetapi muncul setelah kenaikan yang berkepanjangan. Perbedaannya sangat penting: sementara palu menunjukkan kemungkinan perubahan ke atas, pola ini menyarankan bahwa setelah optimisme yang tinggi, penjual mungkin mulai mengambil alih kendali.

Pola engulfing adalah level lain. Pola engulfing bullish terdiri dari dua lilin di mana lilin kedua (bullish) benar-benar membungkus badan lilin pertama (bearish). Sangat jelas apa artinya: pembeli benar-benar merebut kembali tanah yang hilang dan bahkan lebih. Sebaliknya, terjadi pada pola engulfing bearish.

Apa yang saya sukai dari lilin Jepang adalah mereka memberi Anda informasi langsung tentang tiga hal utama pasar. Pertama, momentum: ukuran badan dan bayangan menunjukkan seberapa kuat pergerakan tersebut. Kedua, volatilitas: jika bayangan panjang, berarti ada banyak pergerakan dalam kedua arah selama periode itu. Dan ketiga, titik pembalikan: pola-pola populer ini adalah apa yang Anda cari saat ingin mengantisipasi perubahan arah.

Saya berikan contoh praktis. Bayangkan sebuah saham telah turun selama beberapa hari, dan tiba-tiba muncul sebuah palu. Itu adalah bendera merah yang mengatakan: hei, sesuatu telah berubah di sini, penjual kelelahan. Atau jika Anda berada di pasar valuta asing dan melihat pola engulfing bullish setelah penurunan, itu berarti pembeli mengambil alih dan harga mulai naik lagi.

Alasan mengapa lilin Jepang tetap relevan hingga hari ini sangat sederhana: mereka bekerja. Mereka memungkinkan Anda membaca pasar dengan cara yang baik secara teknikal maupun intuitif. Ini bukan sihir, ini adalah psikologi pasar yang divisualisasikan. Ketika Anda menguasai ini, cara Anda menganalisis grafik meningkat secara signifikan, dan keputusan beli dan jual Anda menjadi jauh lebih terinformasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan