Belakangan ini saya sedang mengatur catatan perdagangan, dan menemukan banyak orang masih salah paham tentang pola harmonik. Sebenarnya, menguasai metode analisis pola harmonik ini memang dapat membantu mengenali banyak peluang pembalikan potensial, konon tingkat keberhasilannya bisa mencapai sekitar tujuh delapan puluh persen.



Mari mulai dari yang paling sederhana. Pola ABCD dianggap sebagai pola harmonik tingkat pemula, yaitu kombinasi tiga gelombang dengan empat titik. Gelombang dorong AB, gelombang koreksi BC, lalu gelombang dorong CD, logikanya sangat langsung. Jika menggunakan alat retracement Fibonacci, maka BC harus tepat berada di posisi 0.618. Panjang CD harus sama dengan AB, dan waktunya juga harus sesuai. Banyak trader suka menempatkan order di area potensi pembalikan mendekati titik C, atau menunggu pola terbentuk sempurna lalu masuk dari titik D.

Kalau tingkat kesulitan meningkat, ada pola kelelawar. Dikembangkan oleh Scott Carney pada tahun 2001, pola ini menambahkan titik X dan satu gelombang lagi dibanding ABCD. Jika retracement titik B tepat di 50% dari gelombang XA, maka itu sudah pasti pola kelelawar. Extensi CD harus mencapai di atas 1.618 dari BC, kadang sampai 2.618. Titik D dari pola harmonik ini akan membentuk area potensi pembalikan, di mana trader bisa membuka posisi berdasarkan pandangan bullish atau bearish.

Ada juga pola kupu-kupu, ditemukan oleh Bryce Gilmore. Kunci dari pola ini adalah retracement 0.786 dari segmen XA, digunakan untuk menentukan posisi titik B. Pola kepiting juga cukup umum, dan Scott Carney juga turut mengembangkan pola ini. Keunikan pola kepiting adalah menggunakan ekstensi 1.618 dari XA untuk menentukan area potensi pembalikan, dengan retracement segmen AB di antara 38.2% sampai 61.8%, dan proyeksi BC berada di antara 2.618 sampai 3.618.

Pola Gartley memiliki dua aturan keras: titik B harus retrace 0.618 dari XA, dan titik D harus retrace 0.786 dari XA. Pola ini mirip dengan kelelawar, tetapi retracement titik B harus lebih tepat. Pola hiu terdiri dari lima gelombang, dan harus memenuhi tiga aturan Fibonacci: retracement AB di antara 1.13 sampai 1.618, BC adalah ekstensi 113% dari OX, dan target CD adalah 50% dari BC.

Pola tiga driver cukup jarang karena membutuhkan simetri dalam harga dan waktu. Terdiri dari lima titik, dengan tiga driver dan dua retracement. Driver 2 dan 3 harus merupakan ekstensi 127.2% atau 161.8% dari retracement A dan C. Retracement A dan C biasanya sekitar 61.8% atau 78.6% dari gelombang sebelumnya. Jarak waktu juga harus seimbang, kalau tidak pola ini tidak valid.

Cara mengenali pola harmonik tergantung pada arah pasar, apakah bullish atau bearish. Trader bullish percaya harga akan naik, sedangkan trader bearish percaya harga akan turun. Aturan yang sama berlaku untuk kedua kondisi ini. Jika muncul sinyal pola harmonik bullish, pertimbangkan untuk membuka posisi long; jika sinyal bearish, lakukan short.

Kalau ingin menerapkannya secara praktis, disarankan untuk memahami teori di balik pola ini terlebih dahulu, lalu berlatih mengenali di akun kecil. Di Gate juga banyak contoh historis pola ini untuk dipelajari. Perdagangan harmonik memang menantang, tetapi begitu menguasai logika pola harmonik ini, prediksi pasar akan jauh lebih akurat. Semoga kita semua bisa belajar bersama!
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan