Belakangan ini ada teman yang bertanya kepada saya, mengapa Renminbi memiliki dua jenis, CNY dan CNH? Sebenarnya ini mencerminkan fenomena menarik di pasar keuangan Tiongkok.



Sederhananya, CNY adalah Renminbi di dalam negeri, yaitu versi yang diperdagangkan di daratan Tiongkok. Ini dikendalikan ketat oleh bank sentral, fluktuasi nilai tukarnya dibatasi dalam ±2%, dan hanya bank domestik, perusahaan, serta individu yang dapat berpartisipasi. Kamu ingin menukar mata uang? Setiap orang hanya bisa menukar maksimal 50.000 dolar AS per tahun, ini adalah aturan keras. CNY terutama digunakan untuk pembayaran domestik, perdagangan, dan investasi, dengan likuiditas yang relatif terbatas.

Sedangkan mata uang CNH berbeda. Ini adalah Renminbi di luar negeri, diperdagangkan di tempat seperti Hong Kong dan Singapura, di mana nilai tukar sepenuhnya ditentukan oleh pasar berdasarkan permintaan dan penawaran, dan mengambang secara bebas. Bank asing dan perusahaan multinasional adalah peserta utama, menggunakannya untuk perdagangan lintas batas, investasi, dan penyelesaian. Mata uang CNH tidak memiliki batasan penukaran, dan tidak dikendalikan ketat oleh bank sentral, sehingga volatilitasnya jauh lebih besar.

Mengapa membuatnya begitu rumit? Sebenarnya ini untuk mengendalikan arus modal, mencegah risiko, sekaligus mendorong internasionalisasi Renminbi. Rasanya seperti satu kaki berada di pasar domestik, sementara kaki lainnya merambah ke pasar internasional.

Ini berdampak nyata bagi investor individu. Jika kamu ingin berinvestasi di saham A atau membeli produk keuangan domestik, cukup gunakan CNY. Tapi jika ingin membeli saham Hong Kong atau obligasi luar negeri? Kamu harus menggunakan mata uang CNH. Selain itu, karena ada selisih nilai tukar antara CNY dan CNH, beberapa orang juga memanfaatkannya untuk arbitrase.

Yang paling saya ingat adalah pengamatan terhadap operasi perusahaan ekspor. Mereka bisa memilih menukar mata uang melalui cara di dalam negeri (onshore) atau luar negeri (offshore), CNH mungkin bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, tetapi risikonya juga lebih tinggi. Terutama saat periode kenaikan suku bunga Federal Reserve, CNH cenderung depresiasi, sementara CNY jauh lebih stabil.

Ke depan, seiring proses internasionalisasi Renminbi yang terus berjalan, selisih harga antara CNY dan CNH seharusnya akan semakin mengecil. Singkatnya: CNY adalah versi domestik Renminbi, stabil tetapi terbatas; CNH adalah versi internasional, bebas tetapi lebih volatil. Pilih mana tergantung pada kebutuhan dan toleransi risiko kamu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan