Saya menemukan sebuah kisah sejarah yang menakutkan yang selalu terngiang di pikiran saya. Pada tahun 1946, di luar Danzig, Polandia, seorang wanita Jerman muda dieksekusi karena kejahatan yang dilakukan selama Holocaust. Namanya Elisabeth Becker, dan ceritanya mengungkapkan sesuatu yang sangat mengganggu tentang bagaimana orang biasa bisa menjadi pelaku dalam sistem ekstrem.



Becker lahir pada tahun 1923 di Neuteich, sebuah kota kecil yang sekarang menjadi bagian dari Polandia. Tidak ada yang menunjukkan jalan hidupnya yang akan diambil. Dia dibesarkan dalam keluarga sederhana, tetapi saat berusia 13 tahun, dia bergabung dengan Liga Perempuan Jerman. Di sana indoctrinasi dimulai—ideologi Nazi perlahan membentuk pandangannya sampai ekstremisme terasa normal.

Sepanjang akhir 1930-an, Elisabeth Becker bekerja dalam pekerjaan biasa: konduktor trem, administrator kantor, asisten pertanian. Ini bukan posisi kekuasaan, tetapi mereka ada dalam sistem yang dirancang untuk mengendalikan dan menormalkan nilai-nilai Nazi. Kemudian pada tahun 1944, semuanya berubah. SS merekrutnya, mengirimnya ke kamp konsentrasi Stutthof untuk pelatihan, dan dia menjadi penjaga wanita.

Stutthof adalah salah satu kamp konsentrasi paling awal di wilayah yang diduduki. Sekitar 110.000 orang dipenjarakan di sana, dan lebih dari 60.000 meninggal. Dari September 1944 hingga Januari 1945, Elisabeth Becker bekerja sebagai penjaga yang mengawasi tahanan perempuan Polandia. Selama empat bulan itu, dia secara pribadi memilih setidaknya 30 wanita untuk dikirim ke kamar gas. Dia juga berpartisipasi dalam kekejaman harian—memaksa tahanan melakukan kerja paksa yang melelahkan, menggali, membawa beban berat. Ketika kamp dievakuasi pada Januari 1945, Becker bergabung dalam march kematian, mengawasi tahanan saat mereka dipaksa berjalan, banyak yang jatuh dan meninggal di jalan.

Setelah perang, Sekutu mulai menuntut para penjahat perang Nazi. Pada 25 April 1946, pengadilan Stutthof dibuka di Danzig, diawasi oleh tribunal Soviet-Polandia gabungan. Elisabeth Becker diadili bersama staf kamp lainnya. Para penyintas memberi kesaksian. Catatan kamp disajikan. Dia awalnya mengaku memilih tahanan untuk dieksekusi, tetapi kemudian menarik pernyataannya. Pengadilan tidak peduli tentang pencabutan itu—mereka menyatakan dia bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan menjatuhkan hukuman mati.

Dia menulis surat kepada Presiden Polandia memohon belas kasihan, dengan alasan usianya yang muda dan layanan singkat. Permohonannya ditolak. Pada 4 Juli 1946, eksekusi dilakukan secara terbuka. Ribuan orang menyaksikan Elisabeth Becker digantung. Tubuhnya dibuang ke dalam kuburan massal dekat lokasi eksekusi.

Yang paling menyentuh saya adalah dia baru berusia 22 tahun saat meninggal. Elisabeth Becker mewakili salah satu dari sekitar 3.500 penjaga wanita di kamp konsentrasi Nazi. Dia bukan lahir jahat—dia dibentuk oleh sistem yang membuat kekejaman tampak tak terelakkan. Hari ini, Stutthof menjadi museum, dan dokumen pengadilan disimpan dengan baik. Ceritanya tetap menjadi pengingat keras tentang bagaimana orang biasa, dalam keadaan yang salah, bisa terjerat dalam sesuatu yang mengerikan. Ini adalah pelajaran sejarah yang seharusnya tidak dilupakan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan