Belakangan ini semakin banyak orang di komunitas yang membahas fenomena menarik—para investor kembali menggali alat prediksi ekonomi yang berusia lebih dari 150 tahun, yaitu ciclo benner yang diajukan oleh Samuel Benner pada tahun 1875. Topik ini menarik perhatian di komunitas cryptocurrency, jadi saya ingin berbagi pandangan saya tentang hal ini.



Samuel Benner adalah seorang petani, yang mengalami kerugian besar selama krisis ekonomi tahun 1873. Setelah itu dia mulai mempelajari pola siklus ekonomi, dan akhirnya menerbitkan buku berjudul "Ramalan Bisnis: Kenaikan dan Penurunan Masa Depan", yang memperkenalkan teori ciclo benner-nya. Bagian menarik dari teori ini adalah bahwa ia tidak bergantung pada model keuangan kuantitatif yang rumit, melainkan didasarkan pada pengamatan siklus harga komoditas pertanian yang dilakukan Benner sendiri. Dia percaya bahwa siklus matahari mempengaruhi hasil panen, yang kemudian mempengaruhi harga komoditas pertanian.

Berdasarkan grafik Benner, ada tiga garis utama: garis A menandai tahun-tahun kepanikan, garis B menunjukkan tahun-tahun kemakmuran (yang cocok untuk menjual saham dan aset), dan garis C adalah tahun-tahun resesi (yang cocok untuk akumulasi dan pembelian). Meskipun pertanian modern telah mengalami perubahan besar, data sejarah menunjukkan bahwa ciclo benner cukup akurat dalam memprediksi banyak peristiwa keuangan besar—seperti Depresi Besar tahun 1929, gelembung internet meletus, bahkan dampak COVID-19.

Tahun lalu (2025), banyak investor ritel menjadi cukup optimis berdasarkan prediksi ciclo benner. Mereka percaya bahwa sekitar tahun 2025 akan terjadi puncak pasar, diikuti oleh koreksi. Beberapa investor crypto bahkan menggunakan teori ini untuk mendukung pandangan mereka terhadap koin AI dan teknologi baru. Saat itu suasananya sangat hangat, semua orang membahas apakah teori siklus kuno ini benar-benar memiliki kekuatan magis.

Namun kenyataannya memberi kita beberapa momen yang mematahkan harapan. Ingatkah Anda dengan gejolak pasar awal tahun ini? Perubahan kebijakan tarif, ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, lembaga keuangan besar yang menaikkan probabilitas resesi—JPMorgan bahkan sempat meningkatkan kemungkinan resesi global tahun 2025 menjadi 60%, Goldman Sachs memprediksi probabilitas resesi 45% dalam 12 bulan ke depan. Semua ini sangat kontras dengan harapan puncak pasar yang optimis dari ciclo benner.

Trader veteran Peter Brandt bersikap jujur tentang teori ini. Dia mengatakan di media sosial bahwa grafik kuno ini lebih banyak mengganggu daripada membantu baginya. Dia berpendapat bahwa yang benar-benar penting adalah eksekusi trading sendiri, bukan terjebak dalam teori-teori ini. Pendapat ini menurut saya patut dipikirkan.

Yang menarik, meskipun performa pasar berbeda dari prediksi ciclo benner, masih ada investor yang tetap percaya pada teori ini. Mereka berargumen: pasar bukan hanya angka, tetapi juga emosi, ingatan, dan energi. Ketika cukup banyak orang percaya pada sebuah teori, teori itu bisa mempengaruhi kenyataan. Dari sudut pandang ini, daya tahan ciclo benner mungkin justru berasal dari efek ramalan yang mewujud sendiri.

Pendapat pribadi saya, menganggap ciclo benner sebagai referensi boleh saja, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Data sejarah memang mengesankan, tetapi lingkungan ekonomi terus berkembang. Sekarang kita memiliki data real-time lebih banyak, struktur pasar yang lebih kompleks, dan kecepatan penyebaran informasi yang lebih cepat. Jadi, daripada mengikuti teori kuno berusia 150 tahun secara buta, lebih baik menggabungkan berbagai sudut analisis untuk memahami pasar. Dengan begitu, kita bisa melindungi diri dengan lebih baik di pasar yang penuh ketidakpastian ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan