Saya baru saja menyadari satu hal yang banyak trader lakukan: mereka berdagang berdasarkan apa yang mereka pikir akan terjadi, bukan berdasarkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di grafik.



Trade what you see, not what you think - kalimat ini terdengar sederhana tetapi merupakan kunci untuk menghindari kesalahan yang mahal.

Lebih memahami sedikit: ketika Anda "think", itu adalah emosi, spekulasi, harapan, berita baik. Tetapi ketika Anda "see", itu adalah harga nyata, sinyal di chart, pola teknikal tertentu seperti RSI, level support/resistance.

Contoh nyata: Anda membaca berita baik tentang BTC dan berpikir itu akan naik, jadi ingin membeli. Tetapi jika melihat grafik, harga sedang menembus support, RSI sudah overbought, seluruh sinyal teknikal menunjukkan penurunan harga. Pada saat ini, jika Anda trading what you think, Anda akan membeli dan terkena stop loss. Tetapi jika Anda trading what you see, Anda akan tetap di luar atau bahkan melakukan short.

Mengapa hal ini penting? Karena ini membantu Anda menghilangkan emosi dari perdagangan. Ini membantu Anda mematuhi disiplin dan sistem yang telah Anda bangun. Ini mengurangi kemungkinan entri posisi yang salah karena FOMO atau rumor yang tidak berdasar.

Seperti yang saya lihat, trader yang sukses biasanya bukanlah orang dengan intuisi terbaik, tetapi orang yang paling disiplin - orang yang tahu cara trading what you see, not what you think, dan konsisten menerapkannya.
BTC-0,44%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan