Belakangan ini saya menemukan bahwa kesalahan paling umum yang dilakukan pemula saat berdagang adalah tidak memiliki konsep take profit dan stop loss. Anda mungkin pernah mengalami hal ini, melihat aset kripto naik, berpikir bahwa harganya akan terus naik, tetapi akhirnya turun terus-menerus, keuntungan yang awalnya didapatkan berubah menjadi kerugian secara instan. Atau sebaliknya, saat harga turun, tidak mau mengaku rugi, terus menahan, dan akhirnya bahkan modal utama pun hilang. Inilah mengapa strategi take profit dan stop loss sangat penting dalam trading.



Take profit sebenarnya adalah mengambil keuntungan, ketika Anda membeli pada satu harga tertentu, lalu menetapkan harga yang lebih tinggi untuk menjual, memastikan uang yang diperoleh benar-benar masuk ke kantong. Sedangkan stop loss adalah kebalikan, ketika harga turun ke batas kerugian yang bisa Anda tanggung, lalu menjual untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Kedua konsep ini digabungkan membentuk strategi take profit dan stop loss.

Saya sendiri mengamati bahwa trader yang serius menerapkan take profit dan stop loss biasanya memiliki beberapa kesamaan. Pertama, mereka mampu mengelola risiko dengan lebih baik. Karena take profit dan stop loss adalah angka yang jelas, setelah disetel, sistem akan otomatis menjalankan, sepenuhnya menghindari trading yang dipengaruhi emosi. Anda tidak akan tergoda untuk terus mendapatkan lebih banyak saat harga terus naik, maupun takut mengaku rugi saat mengalami kerugian.

Kedua, praktik jangka panjang dari take profit dan stop loss dapat membantu Anda menemukan strategi trading yang benar-benar efektif. Jika strategi Anda secara konsisten menghasilkan kerugian, maka sudah saatnya untuk menyesuaikan. Inilah mengapa banyak trader berpengalaman menekankan pentingnya rasio profit dan rugi. Misalnya, Anda memperkirakan peluang masuk pasar sebesar 80% untuk mendapatkan 10%, tetapi juga ada 20% peluang rugi 30%, maka karena 80 dikali 10 lebih besar dari 20 dikali 30, dari sudut pandang matematika, trading ini layak dilakukan.

Operasi take profit dan stop loss sebenarnya tidak rumit. Misalnya, Anda membeli suatu koin dengan harga 1000 yuan, ingin mendapatkan keuntungan 200 yuan, maka atur take profit di 1200. Tapi jika Anda hanya mampu menanggung kerugian maksimal 100 yuan, dan ingin menjual di 900, saat itu Anda perlu menggunakan konsep “harga trigger”. Anda bisa menetapkan trigger di 900, dan stop loss di 890, ketika harga pasar mencapai 900, sistem akan membantu Anda memasang order jual di 890, sehingga tidak langsung terjual di harga 1000.

Ada juga metode yang lebih fleksibel yang disebut trailing stop loss. Ini bukan menggunakan angka tetap, melainkan proporsi relatif. Misalnya, jika suatu koin naik dari 1000 ke 2000, dan Anda menetapkan trailing stop -200, maka titik stop loss akan otomatis disesuaikan ke 1800. Jika kemudian harga turun ke 1800 dan memicu stop loss, Anda sebenarnya sudah mendapatkan keuntungan 800. Keuntungan dari metode ini adalah saat harga bergerak ke arah yang menguntungkan, Anda bisa melindungi profit yang sudah ada, sekaligus tidak dibatasi oleh angka tetap yang kaku.

Tentang bagaimana mengatur rasio take profit dan stop loss, saran saya tergantung pada kemampuan risiko pribadi. Ada yang menggunakan level support dan resistance sebagai acuan, ada juga yang melihat moving average, tetapi cara paling praktis adalah bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan: berapa banyak uang yang membuat Anda merasa puas? Berapa kerugian yang membuat Anda merasa sakit hati? Dua jawaban ini akan menjadi titik take profit dan stop loss Anda.

Platform trading utama saat ini sudah menyediakan fitur take profit dan stop loss, sehingga saat melakukan order, Anda bisa langsung mengatur level terkait, menghemat langkah manual di kemudian hari. Baik trading spot maupun kontrak, keduanya bisa digunakan. Saat trading spot, Anda bisa memilih stop loss dan take profit dengan order pasar atau limit, sedangkan saat trading kontrak, bisa diatur sekaligus saat membuka posisi, dan otomatis akan terjual saat harga mencapai level tersebut.

Sejauh ini, saya ingin menekankan bahwa take profit dan stop loss bukan hanya alat trading, tetapi juga alat pengelolaan mindset. Mereka membantu Anda menghindari pengambilan keputusan yang menyesal karena terlalu serakah atau takut. Jika Anda masih ragu untuk mengatur take profit dan stop loss, saran saya adalah harus melakukannya. Meskipun terkadang Anda mungkin melewatkan kenaikan lebih lanjut karena take profit terlalu awal, setidaknya Anda akan memastikan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, dengan adanya stop loss, Anda memiliki peluang bertahan lebih lama di pasar dan mencari peluang investasi berikutnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan