Hari ini secara tidak sengaja teringat pepatah 'air yang terlalu jernih tidak ada ikan' dan menyadari bahwa kebanyakan orang hanya tahu setengah kalimat itu saja. Hampir semua lupa bagian kedua: 'jika seseorang bisa menjaga diri, maka tidak akan memiliki murid'. Sebenarnya kedua bagian kalimat ini saling terkait, bagian pertama adalah penampilan luar, bagian kedua adalah inti dari masalah.



Prinsip pertama: ketika air terlalu jernih, tidak mungkin ada ikan yang hidup. Alasan bukan hanya karena ikan mudah terlihat oleh musuh, tetapi juga karena air yang terlalu jernih tidak mengandung cukup nutrisi. Ikan seperti kita, kekurangan nutrisi tidak bisa bertahan. Demikian pula, ketika kita terlalu keras terhadap orang lain, mereka tidak akan ingin berada di dekat kita. Itulah mengapa 'air yang terlalu jernih tidak ada ikan' memiliki makna yang mendalam seperti itu.

Setengah kalimat kedua juga mengandung pelajaran besar: orang yang terlalu berhati-hati, terlalu cerdas, sulit memiliki teman. Kata 'ayah' di sini mengacu pada pengamatan yang cermat, sedangkan 'murid' adalah teman seperjalanan. Kalimat ini memperingatkan kita bahwa jika selalu menilai orang lain dengan mata kritis, selalu menuntut mereka sempurna, mereka akan menjauh.

Saya rasa itulah mengapa toleransi sangat penting. Tidak ada yang sempurna, termasuk kita. Di rumah bersama keluarga, alih-alih berdebat tentang hal-hal kecil, lebih baik menghormati keterbatasan orang tua, memahami mereka. Dengan pasangan, cari kesamaan tetapi tetap pertahankan perbedaan, itu adalah cara agar pernikahan tetap kokoh. Dengan anak-anak, pujilah lebih banyak, kritiklah lebih sedikit, maka kamu akan melihat anak berkembang secara alami.

Dalam pekerjaan juga demikian, kekuatan kolektif selalu lebih baik daripada usaha individu. Ketika harmonis dengan rekan kerja, menghormati ide satu sama lain, tidak menuntut karena perbedaan, maka inovasi baru akan muncul.

Pepatah 'air yang terlalu jernih tidak ada ikan' sebenarnya adalah pelajaran tentang kehidupan. Ia mengajarkan kita bahwa toleransi bukanlah kelemahan, melainkan sebuah kecerdasan, sebuah bentuk pengembangan diri. Hidup terlalu singkat untuk terus memikirkan detail kecil atau menuntut orang lain seperti kita. Kurangi ketegasan, kurangi kekerasan, tambahkan toleransi adalah cara untuk hidup lebih baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan