Belakangan ini saya sedang menyusun catatan tentang teori siklus ekonomi, tiba-tiba teringat pada penjelasan Zhou Jintao tentang siklus Kondratiev, rasanya jika dilihat kembali sekarang cukup menarik.



Dia memiliki satu pandangan yang saya rasa sangat layak dipikirkan: kekayaan hidup bergantung pada siklus Kondratiev. Artinya, apakah kamu menghasilkan uang atau tidak sebenarnya tidak sepenuhnya tergantung pada seberapa mampu kamu, tetapi sangat bergantung pada apakah kamu sedang berada di puncak gelombang siklus ekonomi. Dari Revolusi Industri hingga sekarang, ekonomi dunia telah melewati lima gelombang besar, dari mesin tenun uap, rel kereta baja, hingga elektrifikasi, mobil, komputer, dan terakhir gelombang teknologi informasi selama beberapa dekade ini. Setiap gelombang menciptakan sekelompok orang.

Zhou Jintao secara khusus menekankan sebuah fenomena yang disebut tiga peluang kekayaan dalam hidup. Dalam masa aktif ekonomi utama seseorang selama 60 tahun, peluang dari siklus Kondratiev hanya ada tiga kali, ini bukan pilihanmu, melainkan ditentukan oleh hukum ekonomi. Menurut prediksinya, peluang pertama sekitar tahun 2008, kedua di tahun 2019, dan ketiga sekitar tahun 2030. Dia memberi nasihat yang cukup lugas kepada kaum muda saat itu: jika kamu lahir setelah 85, dan usiamu di bawah 30, peluang pertamamu adalah gelombang tahun 2019, dan jika terlewatkan, itu sudah takdir.

Kerangka teorinya sebenarnya bersusun secara berlapis. Yang terbesar adalah siklus Kondratiev, sekitar 50 sampai 60 tahun satu putaran. Dalam siklus besar ini, juga ada siklus properti (setiap 20 tahun satu putaran), kemudian di bawahnya lagi ada siklus pengeluaran modal (9 sampai 11 tahun), dan terakhir adalah siklus inventaris (3 sampai 4 tahun). Satu siklus Kondratiev lengkap mencakup 3 siklus properti, 6 siklus pengeluaran modal, dan 18 siklus inventaris. Dengan kata lain, hidupmu secara dasar adalah satu siklus Kondratiev, tiga siklus properti, sembilan siklus investasi aset tetap, dan delapan belas siklus inventaris.

Mengenai properti, dia punya penilaian terhadap pasar properti China yang cukup mengesankan. Dia berpendapat bahwa siklus properti berlangsung sekitar 20 tahun, dan seseorang hanya akan menghadapi dua peluang besar dalam seumur hidup. Dia secara tegas menyatakan bahwa puncak siklus properti China terjadi pada 2014, dan kenaikan harga di kota-kota utama tahun 2016 hanyalah rebound dalam pasar bearish, bahkan menyarankan investor untuk mulai menjual properti non-untuk tinggal sendiri sejak semester pertama 2017. Prediksi ini kemudian sebagian besar terbukti benar.

Dia juga terkenal karena prediksi-prediksi yang sangat akurat. Pada 2007, dia sudah melihat tanda-tanda awal krisis subprime, pada 2015 memperingatkan gelombang kedua dari resesi siklus Kondratiev, dan kemudian pasar saham global benar-benar anjlok. Pada 2016, dia memprediksi ekonomi China mendekati dasar, dan komoditas utama akan mengalami rebound. Semua prediksi ini bukan sekadar spekulasi kosong, melainkan berdasarkan pemahaman mendalam terhadap hukum siklus Kondratiev.

Dari kerangka pandangannya, saat ini kita berada di masa depresi gelombang kelima dari siklus Kondratiev. Masa kejayaan teknologi informasi adalah dari 1991 sampai 2004, kemudian memasuki masa resesi hingga 2015, dan setelah itu adalah masa depresi panjang selama sepuluh tahun mulai 2015. Dia pernah mengatakan satu kalimat yang sangat mengesankan: “Sepuluh tahun ke depan pasti akan dihabiskan dalam depresi, ini adalah hukum ekonomi yang tak bisa diubah.” Terutama selama 2018 sampai 2019, dia menyebutnya sebagai "tahun-tahun tak terampuni" dari siklus Kondratiev, di mana harga aset akan mencapai titik terendah akhirnya.

Dalam konteks besar seperti ini, saran investasinya cukup sederhana dan tegas: pertama, pertahankan likuiditas, simpan uang tunai atau emas; kedua, hindari investasi jangka panjang pada aset yang likuiditasnya buruk; ketiga, bersabar menunggu kenaikan siklus Kondratiev berikutnya. Dia sangat menekankan bahwa selama masa depresi, menghasilkan uang bukanlah tujuan utama, menjaga nilai aset adalah prioritas utama, dan likuiditas adalah yang kedua. Dua prinsip ini adalah inti dari menembus siklus.

Sekarang jika kita lihat kembali, pemahaman Zhou Jintao tentang siklus Kondratiev memberi kita sebuah perspektif besar dalam memahami hubungan ekonomi dan kehidupan. Dalam karya tulisnya, dia pernah menulis: “Menyadari bahwa segala sesuatu memiliki hukum sendiri, dari batu hingga menjadi debu pun memiliki umur, siklus ditentukan oleh hukum operasinya sendiri, jangan berusaha melampaui itu.” Kalimat ini masih sangat relevan dan memberi inspirasi hingga hari ini.

Di saat ini, kita sudah melewati masa depresi itu, dan peluang siklus Kondratiev berikutnya mulai tampak. Mengkaji ulang teori siklus Kondratiev Zhou Jintao mungkin bisa membantu kita melihat arah masa depan dengan lebih jelas. Pada akhirnya, memahami siklus adalah kunci untuk menangkap tren, dan memahami hukum adalah cara menemukan peluang di tengah perubahan.
GLDX-4,73%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan