Pendiri Manus akan mengumpulkan dana sebesar 1 miliar dolar untuk "membeli kembali perusahaan" dari Meta, dan akan go public di Hong Kong

Bloomberg melaporkan bahwa tiga pendiri Manus, startup AI Agent dari China, sedang membahas skema buyback, berencana mengumpulkan sekitar 1 miliar dolar AS dari investor eksternal dengan valuasi minimal 2 miliar dolar AS, untuk membalikkan transaksi akuisisi Meta yang diminta dibatalkan oleh Komisi Pengembangan dan Reformasi China (NDRC) pada bulan April tahun ini. Jika negosiasi berhasil, Manus akan mendirikan perusahaan patungan di China dan melakukan pencatatan di Hong Kong. Dilaporkan oleh Dongqu Dongqu.

(Latar belakang: Kode Manus telah diserahkan, dana investasi telah masuk, niat di balik paksaan China agar Meta membatalkan akuisisi)
(Keterangan tambahan: China memblokir akuisisi Meta terhadap Manus: transaksi 2 miliar dolar AS berakhir, model ekspor Singapura dinyatakan gagal)

Daftar Isi Artikel

Toggle

  • China "mengalihkan jalur keluar" AI ke luar negeri
  • Karyawan bekerja di Singapura, investor sudah menarik dana
  • Pertanyaan yang Sering Diajukan

Menjual perusahaan sendiri, lalu mengumpulkan 1 miliar dolar AS untuk membelinya kembali, mungkin adalah skenario yang paling tidak diinginkan oleh para pendiri startup. Menurut Bloomberg, tiga pendiri Manus, startup AI dari China, sedang membahas skema buyback, berencana mengumpulkan sekitar 1 miliar dolar AS dari investor eksternal untuk menghadapi situasi di mana akuisisi Meta dibatalkan oleh regulator China.

China "mengalihkan jalur keluar" AI ke luar negeri

Pada bulan April tahun ini, Kantor Pengawasan Keamanan Investasi Asing dari Badan Pengembangan dan Reformasi Nasional (NDRC) secara resmi memutuskan melarang, dan meminta kedua belah pihak untuk membatalkan transaksi akuisisi. Fokus pengawasan bukan pada relokasi perusahaan itu sendiri, melainkan bagaimana Manus memindahkan tim inti, kemampuan R&D, data pelatihan, dan kekayaan intelektual dari China ke luar negeri.

Pada Juli 2025, sekitar 40 anggota tim teknologi inti Manus pindah ke Singapura, melalui struktur akuisisi yang dilakukan oleh Butterfly Effect di Singapura, sekaligus menutup akun komunitas domestik dan memblokir IP China. Operasi ini kemudian dikategorikan regulator sebagai "mengalihkan jalur keluar", sama seperti kasus ByteDance dan Moon Shadow yang dilarang menerima dana dari AS tanpa izin. Permintaan dari NDRC sangat jelas: teknologi AI yang dikembangkan di China tidak boleh mengalir ke perusahaan AS.

Jika negosiasi buyback berhasil, langkah berikutnya adalah mendirikan perusahaan patungan di China dan berencana melakukan pencatatan di Hong Kong. Ini sama saja dengan memasukkan kembali kemampuan teknologi yang sudah dipindahkan keluar ke dalam kerangka regulasi China.

Karyawan bekerja di Singapura, investor sudah menarik dana

"Pembalikan transaksi" terdengar mudah untuk ditulis, tetapi pelaksanaannya adalah hal lain. Sebagian besar transaksi sebenarnya sudah selesai, karena karyawan Manus saat ini sudah bekerja di kantor Meta di Singapura, teknologi sudah terintegrasi secara mendalam dengan sistem Meta, dan investor awal seperti Tencent, Sequoia China, dan ZhenFund juga telah menerima dana keluar.

Situasi pendiri juga cukup canggung. Xiao Hong dan Ji Yichao setelah dipanggil oleh NDRC pada Maret lalu, diberitahu untuk tidak meninggalkan negara; sementara sebagian besar tim berada di Singapura.

Sumber yang mengetahui situasi menegaskan bahwa skema buyback dan pemisahan masih dalam tahap awal diskusi, valuasi dan ketentuan bisa berubah kapan saja, dan ketiga pendiri juga mungkin memutuskan untuk menyerah. Mengeluarkan teknologi dari sistem Meta mungkin jauh lebih sulit daripada saat mengintegrasikannya dulu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa pendiri Manus ingin membeli kembali perusahaan dari Meta?

Pada bulan April tahun ini, NDRC China secara resmi melarang akuisisi Manus oleh Meta sebesar 2 miliar dolar AS dengan alasan pengawasan keamanan investasi asing, dan meminta kedua belah pihak membatalkan transaksi. Pendiri sedang mempertimbangkan mengumpulkan sekitar 1 miliar dolar AS untuk buyback, dan berencana mendirikan perusahaan patungan di China serta melakukan pencatatan di Hong Kong.

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam transaksi buyback Manus?

Tantangan utama meliputi: karyawan sudah bekerja di kantor Meta di Singapura, teknologi sudah terintegrasi secara mendalam dengan sistem Meta, dan investor awal seperti Tencent dan Sequoia telah menerima dana keluar. Selain itu, pendiri Xiao Hong dan Ji Yichao dibatasi untuk meninggalkan China, sementara tim mereka berada di Singapura.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan