Kemenangan terakhir Powell: Apakah lonceng kematian hegemoni dolar telah berbunyi?


Pada Mei 2026, Ketua Federal Reserve Powell secara resmi menyerahkan tongkat komando. Tetapi pertunjukan perpisahannya, yang dikenal sebagai "penjaga terakhir dolar", menyembunyikan tiga langkah mematikan:
1. Melawan independensi: Menghadapi tekanan Trump untuk menurunkan suku bunga, Powell dengan tegas menolak menjadi boneka politik. Dia memperingatkan: jika Federal Reserve menyerah, kepercayaan dolar akan runtuh seketika.
2. Tetap menjabat tanpa keinginan kekuasaan: Meskipun melepas jabatan ketua, tetap menjabat sebagai anggota dewan, menjaga garis bawah sekaligus memberi sinyal "tidak akan menjadi ketua bayangan" — terhormat, tetapi penuh jebakan.
3. Berani jujur: Mengakui inflasi yang berulang, utang AS yang tak terkendali, dan de-dolarisasi global yang melonjak. Hegemoni dolar sudah rapuh dari dalam dan luar.
Badai sesungguhnya ada di tangan penggantinya — yang merupakan pendukung setia Trump, Wosh. Orang ini mendukung operasi ajaib "penurunan suku bunga + pengurangan neraca", dan mengklaim AI bisa otomatis melawan inflasi. Kenaikan dia ke posisi, berarti Federal Reserve akan benar-benar menjadi alat Gedung Putih.
Sejarah tidak akan berbohong: Pada tahun 70-an, Nixon memaksa Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan, yang menyebabkan inflasi besar selama sepuluh tahun dan stagnasi ekonomi. Kini, skenario yang sama kembali terjadi — hanya saja, peti mati hegemoni dolar mungkin benar-benar akan dikubur.
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan