Saya sering mendengar kata 'terjebak di gunung' dalam dunia investasi, tapi sebenarnya apa sih itu? Sebenarnya, ini adalah situasi yang hampir dialami oleh setiap investor, tidak peduli mereka membeli saham, kripto, atau aset lain, lalu harganya jatuh secara tak terduga. Biasanya orang akan menjual untuk memotong kerugian, tapi kita memilih untuk menahan karena percaya bahwa suatu hari nanti harga akan bangkit kembali. Akibatnya, kita 'terjebak di gunung'.



Mengapa hal ini bisa terjadi? Kebanyakan karena kita membeli mengikuti tren tanpa mempelajari dasar-dasarnya sama sekali. Contohnya, saham mana yang sedang bagus di pasar, harganya melonjak karena FOMO, semua orang sedang membeli, kita juga buru-buru membeli di harga tertinggi tanpa berpikir. Atau kadang kita mendapat rumor dari mana bahwa investor besar akan masuk, jadi kita buru-buru membeli tanpa memeriksa sumber berita, dan ketika berita itu hilang, harga pun jatuh.

Ada juga kasus yang cukup kejam, yaitu kita sudah mempelajari saham tersebut dengan baik, dasar-dasarnya bagus, rasio P/E oke, tapi kita membeli saat harganya sudah terlalu tinggi, lalu perusahaan mengumumkan bahwa pertumbuhan bisnisnya melambat, harga pun turun. Kita tidak mau menjual karena 'tidak menjual, tidak rugi'. Yang 'terjebak di gunung' adalah jumlah uang yang ingin kita lihat sebagai keuntungan, tapi malah menjadi kerugian yang berkepanjangan.

Cara menghindarinya tidak sesulit yang dibayangkan. Langkah pertama, harus menetapkan Stop Loss dengan jelas. Misalnya, beli di 20 baht, bersedia rugi 5%, jadi harus jual di 19 baht. Jangan menunggu terlalu lama, karena jika menunggu, harga bisa turun lagi.

Langkah kedua, jika kita seorang spekulan, harus menentukan titik jual untuk mengambil keuntungan. Misalnya, beli di 5 baht, niatnya jual di 5.2 baht, begitu harga menyentuh, langsung jual saja. Jangan berpikir untuk menunggu harga naik lagi.

Yang paling penting adalah selalu mempelajari sebelum membeli, tidak peduli itu saham, kripto, atau aset lain. Harus memahami bisnisnya, apakah benar-benar memiliki masa depan, bagaimana kinerja perusahaan, apakah harga yang akan kita beli layak, jangan hanya mengikuti tren karena FOMO saat ini bisa membuat kita 'terjebak di gunung' di kemudian hari.

Ada satu teknik lain yang cukup efektif, yaitu 'rata-rata biaya'. Jika kita sudah mempelajari bahwa saham, kripto, atau aset tersebut memang bagus, hanya harganya yang turun, kita bisa membeli lagi di harga yang lebih rendah untuk menurunkan biaya rata-rata. Ketika harga naik sedikit, kita sudah mendapatkan keuntungan.

Sebenarnya, 'terjebak di gunung' adalah hal yang bisa dihindari, asalkan kita memiliki mindset yang benar, rencana masuk dan keluar yang jelas, dan yang terpenting, selalu belajar sebelum berinvestasi. Jangan biarkan perasaan dan FOMO mengendalikan keputusan investasi kita.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan