Belakangan ini saya menemukan banyak orang di sekitar ingin memahami perdagangan intraday, terutama bagaimana membeli dan menjual saham dalam hari yang sama. Sebenarnya, sejak pasar saham Taiwan membuka opsi perdagangan saham secara tunai pada 2014, metode transaksi ini semakin umum, dan saat ini volume transaksi sudah mendekati empat puluh persen dari total transaksi pasar Taiwan.



Pertama, mari bahas konsep inti. Perdagangan intraday adalah transaksi T+0, yaitu membeli saham hari ini dan langsung menjualnya dalam hari yang sama, tanpa harus menunggu hari berikutnya. Ini terdengar sederhana, tetapi logikanya sebenarnya memanfaatkan layanan margin dari broker, yang memungkinkan transaksi selesai dalam hari tersebut di bawah kerangka sistem perdagangan T+2. Sebagai contoh, kamu membeli saham TSMC pukul 09:15 pagi, dan bisa menjualnya pukul 14:30 siang, dengan aliran dana di tengahnya dibantu oleh broker.

Lalu, mengapa ada orang yang suka melakukan ini? Utamanya karena bisa melakukan stop loss dengan cepat, tanpa harus menanggung risiko holding saham semalaman. Jika prediksi salah atau muncul berita mendadak, kamu tidak perlu menunggu hari berikutnya untuk menutup posisi, melainkan bisa langsung memutuskan kapan menjual saham. Daya tarik lainnya adalah, satu transaksi beli dan jual selesai, secara teori tidak memerlukan modal besar untuk ikut berpartisipasi.

Namun, risiko juga cukup jelas. Perdagangan yang sering dilakukan akan mengakumulasi biaya komisi dan pajak transaksi yang besar, di mana biaya satu kali transaksi saham tunai sekitar 0,29%, dan jika melakukan 5 kali transaksi dalam satu hari, total biaya bisa mencapai 1,45%. Ini berarti saham harus mengalami kenaikan yang cukup besar agar benar-benar mendapatkan keuntungan. Selain itu, banyak orang tergoda leverage sehingga melakukan over-trading, jika arah prediksi benar tapi tekanan leverage membuat mereka cepat mengambil keuntungan, sebaliknya jika salah arah dan tidak stop loss tepat waktu, akhirnya sering mengalami kerugian besar dan keuntungan kecil.

Ada dua metode utama dalam perdagangan intraday di pasar Taiwan. Perdagangan saham tunai menggunakan dana sendiri, bisa diajukan setelah membuka rekening minimal 3 bulan dan melakukan minimal 10 transaksi dalam setahun terakhir. Sedangkan, perdagangan margin adalah meminjam uang atau saham dari broker, dengan syarat yang sedikit lebih tinggi, yaitu harus memiliki transaksi minimal 25 juta dalam setahun terakhir dan harus membuka rekening kredit. Biaya transaksi keduanya berbeda, pajak transaksi saham tunai adalah 0,15%, sedangkan margin adalah 0,3%.

Satu poin penting adalah, pasar Taiwan tidak memiliki batasan jumlah transaksi intraday. Selama jam perdagangan (pukul 09:00 sampai 13:30) dana cukup, secara teori bisa melakukan transaksi tanpa batas. Tapi, kenyataannya dipengaruhi oleh batasan dana, saham yang bisa diperdagangkan secara intraday, dan faktor lainnya. Tidak semua saham bisa diperdagangkan secara intraday; saat ini hanya indeks Taiwan 50, indeks Mid-Cap 100, dan indeks FTSE TW50 yang memenuhi syarat, sekitar 200 saham. Perdagangan saham pecahan tidak diizinkan untuk intraday.

Selain saham, instrumen keuangan lain juga bisa diperdagangkan dalam hari yang sama. Kontrak berjangka sendiri adalah T+0 secara alami, sehingga bisa diperdagangkan dalam hari yang sama, tetapi membutuhkan margin puluhan juta. Opsi memiliki ambang yang lebih rendah, hanya membutuhkan beberapa ribu dolar sebagai premi. Ada juga CFD (Contract for Difference) yang merupakan derivatif, tidak memiliki kepemilikan atas aset dasar, dengan ambang minimum yang sangat rendah, mulai dari puluhan hingga ratusan dolar untuk membuka akun, sangat cocok untuk trading jangka pendek.

Lalu, bagaimana cara melakukan operasinya? Logikanya sangat sederhana. Jika kamu bullish, beli dan jual dalam hari yang sama, ini disebut posisi long. Jika bearish, jual dulu baru beli kembali, ini disebut posisi short. Kuncinya adalah menyelesaikan seluruh proses dalam hari yang sama. Banyak orang yang optimis terhadap potensi kenaikan saham tertentu akan masuk saat pembukaan pasar atau saat berita penting, lalu menutup posisi dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan.

Namun, ada risiko yang mudah terabaikan. Jika dana tunai tidak cukup tetapi tetap ingin melakukan intraday, kamu bisa terjebak dalam apa yang disebut “intraday tanpa modal”, yang sebenarnya adalah penggunaan leverage berlebihan. Jika transaksi gagal atau terjadi default, bisa menghadapi utang besar. Inilah alasan mengapa banyak orang mengalami kerugian besar.

Terakhir, perlu diingat bahwa trading intraday membutuhkan waktu pengamatan pasar yang intensif. Tidak seperti trading swing yang bisa dibiarkan berjalan, intraday harus memantau pergerakan saham, tren pasar, perubahan sentimen, dan berita secara ketat. Persiapan dan analisis jauh lebih kompleks. Jika kemampuan prediksi dan pengendalian risiko kamu kurang, sangat mudah mengalami kerugian. Jadi, sebelum memutuskan untuk melakukan trading intraday, pastikan kamu sudah menilai apakah kamu memiliki pengetahuan, waktu, dan kemampuan mental yang cukup.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan