Baru saja menemukan sesuatu yang menarik tentang membaca laporan keuangan Current Ratio ini adalah indikator yang terkenal penting, tetapi saya melihat bahwa banyak orang masih belum benar-benar memahami apa yang bisa diberitahukan olehnya.



Singkatnya, Current Ratio adalah membagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Jika current ratio bernilai 1,5, berarti perusahaan memiliki aset cukup 1,5 kali dari kewajiban yang harus dibayar tahun ini. Terlihat bagus, bukan? Tapi di sinilah banyak orang salah paham.

Contohnya, Amazon pada tahun 2019 memiliki current ratio sebesar 1,1. Itu berarti aset lancar sebesar 963 miliar dolar dibandingkan dengan kewajiban lancar sebesar 878 miliar dolar. Angka terlihat seimbang, tetapi ini hanyalah gambaran umum saja.

Masalah yang saya lihat adalah komponen aset sangat penting. Jika sejumlah besar kas terikat pada persediaan atau piutang yang sulit ditagih, rasio ini tidak menunjukkan kestabilan sebenarnya dari perusahaan. Selain itu, current ratio tidak melihat arus kas. Perusahaan mungkin memiliki current ratio yang baik tetapi tetap menghadapi masalah kas nyata.

Ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan, rasio yang terlalu tinggi juga tidak selalu merupakan sinyal yang baik. Jika current ratio mencapai 1,5 ke atas, itu bisa berarti perusahaan tidak menggunakan uang secara efisien. Uang yang diam saja tidak diinvestasikan untuk pertumbuhan, itu juga bukan sinyal yang baik.

Bagi kita yang trading CFD atau berinvestasi di saham, hanya melihat current ratio tidak cukup. Harus dilihat bersama indikator lain seperti Quick Ratio, Debt-to-Equity, dan arus kas. Jika current ratio di atas 1,5 tetapi arus kas buruk, tetap berisiko.

Kriteria yang baik secara umum adalah antara 1,5 sampai 2, yang menunjukkan perusahaan memiliki likuiditas yang baik. Tapi di bawah 1 sudah mulai berisiko, dan jauh di atas 2 mungkin ada masalah pengelolaan aset.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah persediaan. Dalam beberapa industri, persediaan mungkin tidak bisa diubah menjadi kas dengan cepat. Jika persediaan mudah rusak atau sulit dijual, angka current ratio bisa menyesatkan.

Membaca current ratio harus dilakukan secara menyeluruh, melihat komponennya, konteks industri, arus kas, dan tren perubahan. Bukan hanya melihat satu angka saja. Jika membaca dengan cara ini, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kesehatan keuangan perusahaan sebenarnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan