Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#GateSquarePizzaDay #TradfiTradingChallenge Juri federal beranggotakan 9 orang di Oakland, California, memberikan putusan bulat menolak gugatan Musk yang bernilai miliaran dolar terhadap OpenAI, CEO-nya Sam Altman, dan Presiden Greg Brockman.
Putusan: "Teknis Kalender"
Luar biasa, setelah 11 hari saksi bersaksi secara intens, juri memutuskan dalam waktu kurang dari dua jam sebelum membuang kasus tersebut. Yang penting, pengadilan tidak memutuskan tentang pokok-pokok ideologi utama dari kasus—seperti apakah OpenAI melanggar misi pendiriannya atau jika kepemimpinannya secara salah memperkaya diri sendiri.
Sebaliknya, juri menemukan bahwa Musk menunggu terlalu lama untuk mengajukan gugatan, memutuskan bahwa klaim tersebut berada di luar batas waktu hukum.
Perselisihan Garis Waktu: Tim hukum Musk berargumen bahwa dia baru menyadari OpenAI telah melanggar "kontrak pendirian" mereka pada tahun 2022 ketika Microsoft mengumumkan investasi besar-besaran. Namun, pembelaan OpenAI berhasil membuktikan bahwa Musk sudah sangat menyadari pergeseran perusahaan menuju struktur yang menguntungkan sejak lama, mengingat dia meninggalkan dewan pada 2018 dan OpenAI mendirikan cabang komersialnya pada 2019.
Poin Utama dari Persidangan
Proses hukum ini memberikan pandangan langka dari balik layar tentang gesekan internal, perebutan kekuasaan, dan filosofi yang berubah-ubah dari laboratorium AI terkemuka di dunia.
Perdebatan tentang Idealisme vs. Realitas: Musk bersikeras bahwa sumbangannya sebesar 38 juta dolar didasarkan pada janji sebuah entitas non-profit sumber terbuka yang bertujuan murni untuk memberi manfaat bagi umat manusia. Pembelaan OpenAI membalas bahwa Musk sendiri sebelumnya pernah mendukung konversi OpenAI menjadi entitas yang menguntungkan di bawah kendalinya sendiri atau menggabungkannya ke Tesla.
Kredibilitas dalam Ujian: Pengadilan menjadi "pentas hipokrisi" (seperti yang digambarkan oleh pengacara OpenAI), dengan kedua pihak saling menyerang motif satu sama lain. Tim Musk sangat menyoroti kejujuran Sam Altman, merujuk kembali pada pemecatannya yang singkat oleh dewan OpenAI pada 2023, sementara OpenAI menunjukkan bahwa pesaing AI Musk sendiri, xAI, sepenuhnya untuk keuntungan.
Jalan Terbuka untuk Langkah Selanjutnya OpenAI: Dengan menghapus hambatan hukum yang mengintai ini, putusan ini membuka jalan bagi OpenAI untuk berpotensi mengejar Penawaran Umum Perdana (IPO) besar-besaran, dengan valuasi yang melonjak mendekati angka 1 triliun dolar.