Belakangan ini ada yang bertanya tentang perbedaan antara order pasar dan order limit, jadi saya rangkum saja pemikirannya. Kedua jenis order ini terlihat sederhana, tapi ada banyak detail di dalamnya, terutama terkait masalah slippage, yang sering membuat pemula tersandung.



Pertama, mari bahas perbedaan inti. Order pasar adalah eksekusi langsung sesuai harga pasar saat ini, misalnya kamu melihat harga beli 1.12365, ingin membeli langsung dengan harga itu. Sedangkan order limit berbeda, kamu menetapkan harga tertentu, misalnya hanya mau beli di 1.12100, lalu menunggu sampai harga mencapai target tersebut baru dieksekusi.

Kedua jenis order ini punya kegunaan masing-masing. Orang yang ingin cepat masuk pasar biasanya pakai order pasar karena eksekusi cepat dan tingkat keberhasilannya tinggi. Tapi ada masalah besar—slippage. Pasar yang bergejolak membuat harga yang kamu lihat dan harga akhir eksekusi sering berbeda, terutama saat pasar sangat volatile. Saya sendiri pernah ingin beli di 1.09476, tapi eksekusi sebenarnya di 1.09520. Selisih ini disebut slippage, dan yang dirugikan adalah kamu sendiri.

Sebaliknya, order limit memberi kamu kendali. Kamu tetapkan beli di 50 dan jual di 60, lalu tinggal menunggu tanpa harus terus-menerus memantau pasar. Cara ini cocok untuk trader jangka panjang dan orang yang tidak punya waktu untuk selalu melihat pasar. Tapi harganya adalah kemungkinan order tidak pernah terisi—jika pasar tidak pernah mencapai harga targetmu, order akan tetap tertahan di sana.

Dalam pengalaman saya, saat pasar sedang sideways, order limit sangat menguntungkan. Jika aset berfluktuasi antara 50 sampai 55, kamu bisa pasang order limit di 50 atau 51, dan tinggal menunggu eksekusi, menghemat biaya transaksi dan menghindari kerugian akibat slippage.

Tapi jika pasar sedang tren satu arah, misalnya tiba-tiba ada berita besar yang membuat harga melonjak, memasukkan order secara manual dengan harga tertentu mungkin terlambat, jadi pakai order pasar untuk memastikan masuk duluan. Tentu, slippage bisa lebih besar, tapi setidaknya kamu bisa masuk pasar.

Proses operasinya sebenarnya tidak rumit. Untuk order pasar, pilih jenis order pasar, masukkan jumlah dan leverage, lalu eksekusi. Untuk order limit, pilih jenis order limit, masukkan harga targetmu, selesai.

Tentang risiko, intinya ada beberapa poin. Order limit paling takut adalah menetapkan harga yang terlalu jauh dari pasar, sehingga pasar tidak pernah mencapai, dan order tidak pernah terisi. Jadi, saat menetapkan harga, pertimbangkan nilai aset, likuiditas pasar, dan analisis teknikal. Sedangkan order pasar harus hati-hati dengan slippage, terutama saat pasar sangat volatile, slippage bisa besar. Saya pernah lihat orang yang mengikuti tren naik turun pakai order pasar, akhirnya kena balik dan merasa tertampar.

Secara umum, kalau kamu ingin cepat masuk pasar, pakai order pasar, tapi siap-siap menerima slippage. Kalau tidak terburu-buru, order limit bisa memberi harga eksekusi yang lebih baik. Kuncinya adalah memilih sesuai gaya trading dan kondisi pasar. Untuk pemula, sebaiknya latihan dulu di akun demo, kenali karakteristik kedua jenis order ini, baru pakai uang asli.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan