Saya telah banyak berpikir tentang ini akhir-akhir ini dan saya rasa banyak investor masih bingung antara dua alat yang sangat penting tetapi sangat berbeda: NPV dan IRR. Masalahnya adalah keduanya memberi tahu Anda apakah sebuah investasi layak, tetapi melakukannya dengan cara yang sepenuhnya berbeda.



Lihat, NPV (Nilai Sekarang Bersih) pada dasarnya menjawab: berapa banyak uang nyata yang akan saya dapatkan dari investasi ini dalam istilah hari ini? Artinya, mengambil semua arus kas yang Anda harapkan terima di masa depan, mendiskontokannya ke saat ini menggunakan tingkat yang mencerminkan risiko, dan mengurangkan investasi awal Anda. Jika hasilnya positif, Anda mendapatkan uang. Jika negatif, Anda kehilangan. Sederhana saja.

Rumusnya adalah: NPV = (Arus Kas Tahun 1 / (1 + Tingkat)^1) + (Arus Kas Tahun 2 / (1 + Tingkat)^2) + ... - Investasi Awal. Yang penting di sini adalah tingkat diskonto yang Anda gunakan cukup subjektif, dan itu bisa mengubah semuanya.

Sekarang, IRR (Tingkat Pengembalian Internal) berbeda. Ini memberi tahu Anda: berapa tingkat pengembalian persentase dari uang saya? Ini seperti bertanya "berapa pengembalian tahunan saya?" dalam bentuk persentase. Jika IRR lebih besar dari tingkat acuan Anda (misalnya, apa yang bisa Anda dapatkan dari obligasi pemerintah), maka proyek tersebut menguntungkan.

Di sinilah yang menarik: kadang-kadang NPV dan IRR bisa memberi sinyal yang bertentangan. Sebuah proyek bisa memiliki NPV yang lebih tinggi tetapi IRR yang lebih rendah dibandingkan proyek lain. Kenapa? Karena mereka mengukur hal yang berbeda: satu mengukur nilai dalam dolar, yang lain mengukur pengembalian dalam persentase.

Saya beri contoh cepat. Bayangkan Anda menginvestasikan 10 ribu dolar dalam sebuah proyek yang menghasilkan 4 ribu dolar per tahun selama 5 tahun, dengan tingkat diskonto 10%. Perhitungan NPV-nya sekitar 2.162 dolar positif, jadi ini investasi yang bagus. Tapi jika dibandingkan dengan proyek lain yang lebih kecil yang memiliki IRR 25%, keputusan mulai menjadi rumit.

Keterbatasan nyata ada. NPV sangat bergantung pada tingkat diskonto yang Anda pilih, dan itu cukup sewenang-wenang. Selain itu, ini mengasumsikan bahwa proyeksi arus kas Anda akurat, yang hampir tidak pernah terjadi. Di sisi lain, IRR punya masalah sendiri: bisa ada beberapa IRR dalam satu proyek, tidak berfungsi baik dengan arus kas yang tidak teratur, dan cenderung mengasumsikan bahwa Anda akan menginvestasikan kembali arus kas positif pada tingkat yang sama, yang kurang realistis.

Apa yang saya pelajari adalah bahwa Anda tidak boleh hanya mengandalkan satu metrik. Investor terbaik menggunakan NPV dan IRR bersama-sama, juga mempertimbangkan ROI, periode pengembalian modal, dan indikator lainnya. Selain itu, Anda harus memeriksa asumsi Anda: apakah tingkat diskonto Anda realistis? Apakah proyeksi arus kas Anda didasarkan pada data yang solid? Apakah Anda mempertimbangkan inflasi?

Ketika NPV dan IRR memberi hasil yang bertentangan, itu tanda bahwa Anda perlu menyelidiki lebih dalam. Sesuaikan tingkat diskonto, tinjau arus kas, pertimbangkan ukuran proyek dan fleksibilitas yang Anda miliki untuk mengubah arah.

Kesimpulannya, NPV memberi tahu Anda berapa banyak uang yang akan Anda hasilkan dalam istilah saat ini, sementara IRR memberi tahu Anda berapa persen per tahun. Keduanya berguna, tetapi tidak ada yang sempurna. Keputusan investasi terbaik berasal dari menganalisis berbagai metrik, memahami tujuan pribadi Anda, toleransi risiko, dan situasi keuangan secara keseluruhan. Jangan hanya terpaku pada angka; pahami apa yang ada di balik masing-masing.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan