Belakangan ini memikirkan sebuah pertanyaan, mengapa investor selalu tertangkap kesiangan oleh peristiwa burung hitam? Fenomena ekonomi yang sangat jarang dan tidak dapat diprediksi ini sering kali menyebabkan dampak destruktif pada pasar keuangan saat datang, dan pasar saham menjadi yang paling terdampak.



Melihat dengan cermat fluktuasi pasar selama beberapa tahun terakhir menjadi jelas. Pada krisis keuangan 2008, indeks S&P 500 turun lebih dari 56% dari posisi tertingginya dalam sejarah. Kemudian dalam sebulan setelah pandemi COVID-19 meletus, pasar saham jatuh lebih dari 20%, lalu mengalami perang Ukraina-Rusia, inflasi Eropa mencapai level tertinggi dalam 40 tahun, dan keruntuhan bursa seperti FTX, semua peristiwa ini berturut-turut menghancurkan kepercayaan investor.

Namun yang menarik adalah, berdasarkan data penelitian, jika setelah setiap peristiwa burung hitam membeli saat penurunan setengah dari kerugian tersebut, rata-rata pasar naik 20,4% dalam enam bulan setelah peristiwa berakhir, dengan hasil excess return sebesar 13,3%. Ini menunjukkan bahwa pasar cenderung pulih setelah krisis, dan peristiwa burung hitam tampaknya adalah krisis jangka pendek, tetapi sebenarnya juga bisa menumbuhkan peluang jangka panjang.

Saat ini pertumbuhan ekonomi global sudah jelas melambat, risiko resesi selalu ada. Ketika ekonomi memasuki masa resesi, permintaan total turun secara drastis, kapasitas produksi perusahaan berlebih, kepercayaan pasar keuangan terguncang, dan kredit menjadi ketat membentuk siklus negatif. Federal Reserve bahkan bersedia menaikkan suku bunga dengan cepat untuk mengendalikan inflasi, yang langsung menyebabkan biaya utang perusahaan meningkat dan margin keuntungan menurun.

Hubungan antara pasar saham dan suku bunga sangat erat, perubahan suku bunga sering menjadi faktor kunci yang memicu peristiwa burung hitam di pasar saham. Siklus penurunan suku bunga oleh bank sentral biasanya menandakan ekonomi sedang dalam kesulitan, yang akan memicu penjualan besar-besaran di pasar. Investor perlu memantau kebijakan moneter bank sentral dan data ekonomi makro secara ketat, serta memprediksi arah suku bunga secara dini.

Risiko di bidang cryptocurrency juga tidak boleh diabaikan. Bitcoin pernah melonjak hingga 68.000 dolar selama pasar bullish, kini telah menembus rekor tertinggi di atas 100.000 dolar, tetapi analis strategi Bank of America berpendapat bahwa ini sudah mulai membentuk gelembung. Dana masuk ke pasar cryptocurrency mencapai rekor tertinggi, begitu sentimen pasar berbalik, dana besar keluar, dan harga bisa jatuh secara drastis, keruntuhan FTX adalah peringatan terbaik.

Dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia juga dapat memicu reaksi berantai. Penguatan dolar akan membuat pendapatan penjualan perusahaan multinasional dari luar negeri menyusut, dan dampaknya lebih besar ke negara-negara pasar berkembang, serta akan memperberat beban utang dolar mereka.

Lalu, bagaimana harus meresponsnya? Pertama, sebaiknya diversifikasi investasi ke berbagai kelas aset, seperti saham, obligasi, logam mulia, properti, untuk mengurangi risiko dari satu aset tunggal. Emas sangat layak diperhatikan, sejak tahun 2000-an rata-rata pengembalian tahunan sekitar 8% hingga 10%, jauh melampaui obligasi dan pasar saham, dan selama ini dianggap sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi dan penyimpan kekayaan.

Kedua, penting untuk menjaga cadangan kas yang cukup. Saat peristiwa burung hitam memicu penurunan pasar yang besar, kas yang cukup akan memberi peluang untuk membeli aset berkualitas dengan harga rendah, atau saat menghadapi kebutuhan likuiditas agar tidak terpaksa menjual aset secara paksa.

Terakhir, harus memiliki pandangan investasi jangka panjang. Meskipun peristiwa burung hitam berdampak besar dalam jangka pendek, seiring waktu pasar biasanya akan rebound dan pulih. Investor yang lebih matang juga bisa mempertimbangkan menggunakan opsi, futures, dan instrumen derivatif lain untuk mengelola risiko, seperti membeli opsi put untuk melindungi investasi saham.

Pada akhirnya, peristiwa burung hitam sulit diprediksi, tetapi dengan persiapan yang baik, kita bisa mengubah krisis menjadi peluang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan