Sejak kapan orang jarang mendengar kata "inflasi" secara sering di berita dan diskusi ekonomi? Sebenarnya, inflasi adalah hal yang langsung mempengaruhi investasi dan kehidupan kita. Jika kita tidak memahaminya, pengambilan keputusan keuangan akan semakin sulit.



Sederhananya, inflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa terus meningkat, membuat uang yang kita miliki menjadi kurang mampu membeli. Misalnya, dulu 50 baht bisa membeli banyak nasi, tapi sekarang hanya satu piring. Itu adalah inflasi yang terjadi. Jika dilihat dari sudut nilai mata uang, itu berarti nilai uang menurun, sehingga kita harus membayar lebih untuk barang yang sama.

Hal menarik adalah tidak semua orang mengalami kerugian akibat inflasi. Pengusaha dan pedagang yang memiliki kekuatan tawar harga biasanya mendapatkan manfaat. Mereka dapat menaikkan harga barang sesuai kenaikan biaya produksi. Tapi orang yang bergaji tetap justru yang paling merasakan dampaknya—gaji mereka naik, tapi biasanya tidak secepat inflasi.

Mari kita lihat dari mana inflasi berasal. Secara umum, ada tiga penyebab utama: permintaan membeli barang meningkat tetapi pasokan tidak cukup, biaya produksi meningkat dari harga bahan baku global, atau pemerintah mencetak uang terlalu banyak.

Dalam beberapa waktu terakhir, ekonomi dunia pulih dari krisis corona. Orang memiliki tabungan dan ingin membeli lebih banyak barang. Tapi barang tidak cukup untuk memenuhi permintaan, yang disebut sebagai "revenge spending," sehingga harga barang melonjak. Selain itu, harga minyak mentah, gas alam, dan bahan baku lain di pasar global juga meningkat karena kekurangan dan masalah rantai pasokan.

Jika dilihat dari data, indeks harga konsumen (CPI) Thailand pada awal tahun 2567 sekitar 1,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang menurun dari periode sebelumnya. Tapi harga barang kebutuhan harian seperti daging, sayur, dan minyak masih tinggi seperti yang terlihat di pasar.

Dampak inflasi terhadap kita cukup luas. Rakyat umum harus membayar biaya hidup yang lebih tinggi, daya beli menurun. Pengusaha menghadapi biaya yang lebih tinggi dan penjualan yang menurun. Beberapa harus mem-PHK karyawan, yang menyebabkan tingkat pengangguran meningkat. Secara nasional, potensi pengembangan kapasitas produksi jangka panjang bisa melambat.

Lalu, apa yang disebut ketika inflasi menurun? Itu disebut "deflasi," yang berlawanan dengan inflasi. Deflasi terjadi ketika harga barang terus menurun, permintaan beli menurun, atau jumlah uang dalam sistem tidak cukup. Baik inflasi maupun deflasi adalah ancaman bagi ekonomi, tapi deflasi lebih berbahaya karena membuat orang enggan menggunakan uang, bisnis enggan berinvestasi, dan ekonomi menjadi lesu.

Saat ini, banyak orang mengikuti berita ekonomi dan sinyal bahwa dunia sedang memasuki "Stagflasi," yaitu kondisi di mana inflasi tinggi tetapi ekonomi tidak tumbuh, yang merupakan situasi yang sangat buruk.

Bagi investor, inflasi tidak selalu berarti kerugian total. Ada peluang untuk mendapatkan keuntungan. Memilih investasi dalam aset yang tepat sangat penting. Emas adalah pilihan klasik karena harganya bergerak searah dengan inflasi. Properti juga merupakan pilihan yang baik karena sewa akan naik mengikuti inflasi. Saham bank dan asuransi juga mendapat manfaat dari kenaikan suku bunga.

Beberapa orang memilih berinvestasi dalam surat utang jenis Floating Rate Bond atau Inflation Linked Bond yang menyesuaikan suku bunga sesuai inflasi. Atau, jika memiliki banyak uang, berinvestasi langsung dalam properti.

Hal terpenting adalah jangan menaruh uang diam saja di rekening tabungan biasa, karena bunga tidak cukup mengikuti inflasi. Uang kita akan terus kehilangan nilai. Harus ada rencana investasi yang jelas, hindari pinjaman yang tidak perlu, dan selalu mengikuti berita ekonomi.

Pada akhirnya, inflasi yang terkendali sebenarnya baik untuk ekonomi. Membantu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan lapangan kerja. Tapi jika terlalu tinggi hingga menjadi "Hyperinflation," itu akan menjadi bahaya bagi semua orang. Yang perlu kita lakukan adalah memahaminya dengan baik, merancang rencana investasi yang sesuai, dan selalu memantau situasi ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan