Baru-baru ini saya meninjau berbagai pendekatan analisis teknikal dan saya menemukan sesuatu yang menarik tentang lilin Heikin Ashi yang saya rasa layak dibagikan, terutama jika Anda lelah dengan retracement palsu yang membingungkan di grafik tradisional.



Masalahnya adalah lilin ini berasal dari asal yang sama dengan lilin Jepang, tetapi berfungsi berbeda. Pada dasarnya, mereka menyamakan kebisingan pasar dengan mengabaikan informasi yang kurang relevan, yang sangat memudahkan untuk mendeteksi apakah tren berlanjut atau benar-benar ada perubahan. Nama ini berasal dari bahasa Jepang dan secara harfiah berarti batang rata-rata, dan jujur saja cukup berguna jika Anda kesulitan membedakan antara retracement normal dan perubahan arah yang nyata.

Yang membuatnya istimewa adalah bahwa mereka dibuat dari rata-rata antara lilin saat ini dan sebelumnya, jadi data yang Anda lihat bukanlah harga nyata melainkan dihitung. Itu terdengar aneh pada awalnya, tetapi itulah yang membuatnya bersih. Alih-alih pola tak terbatas seperti pada lilin Jepang, dengan Heikin Ashi Anda pada dasarnya memperhatikan empat hal: lilin bullish tanpa sumbu bawah (tren kuat), lilin bearish tanpa sumbu atas (juga kuat), lilin berwarna sama berturut-turut (kelanjutan), dan lilin doji atau ketidakpastian (peringatan perubahan).

Perbedaan utama yang saya perhatikan adalah bahwa pembukaan setiap lilin Heikin Ashi dimulai tepat di tengah lilin sebelumnya. Itu berarti Anda melupakan harga pembukaan dan penutupan tradisional karena di sini semuanya dihitung dari rata-rata. Penutupan dihitung sebagai rata-rata dari pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan lilin saat ini. Jadi, Anda bekerja dengan data yang lebih halus tetapi kurang literal.

Dalam praktiknya, ini membantu Anda untuk tidak terjebak dalam perangkap. Misalnya, jika Anda melihat dua lilin merah berturut-turut di lilin Jepang, Anda mungkin berpikir bahwa itu adalah perubahan tren dan masuk posisi pendek. Tetapi dengan Heikin Ashi, lilin yang sama bisa menunjukkan ketidakpastian atau kelanjutan, sehingga menghindarkan Anda dari posisi yang merugi. Saya pernah melihat kasus di mana perbedaannya cukup mencolok, terutama di grafik emas atau mata uang di mana retracement umum terjadi.

Untuk menerapkan ini dalam trading, rekomendasinya adalah beroperasi jangka panjang. Identifikasi tren umum, tunggu retracement normal, lalu perhatikan lilin ketidakpastian dan konfirmasinya, dan baru kemudian tempatkan posisi sesuai tren. Banyak trader menggunakan EMA 200 sebagai referensi: jika harga di bawahnya, pasar sedang bearish; jika di atasnya, bullish. Kemudian cari konfluensi dengan indikator lain seperti MACD atau moving average untuk meningkatkan peluang.

Yang menarik dari Heikin Ashi adalah bahwa ia sangat mengurangi kebisingan. Dalam tren naik, Anda akan melihat jauh lebih sedikit lilin merah dibandingkan jika menggunakan lilin Jepang, yang memberi Anda kejelasan lebih. Kekurangannya adalah Anda kehilangan presisi pada level-level tertentu, jadi tidak disarankan menggabungkannya dengan Fibonacci atau indikator yang bergantung pada titik tertinggi dan terendah nyata.

Secara umum, jika Anda kesulitan membedakan retracement dari perubahan tren, representasi ini layak dipelajari. Anda bisa berlatih di akun demo, membiasakan diri dengan pola-pola tersebut, dan melihat apakah cocok dengan gaya Anda. Hal yang baik adalah membutuhkan waktu analisis yang lebih sedikit karena grafiknya lebih bersih dan sinyalnya lebih jelas saat Anda beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan