Saya baru menyadari bahwa banyak orang belum benar-benar memahami apa itu hedge, terutama ketika pasar mulai menunjukkan tanda-tanda tidak stabil. Sebenarnya ini adalah keterampilan penting yang harus diketahui oleh siapa pun yang berinvestasi saham.



Sekali lagi, sedikit mengingatkan, apa itu hedge secara dasar adalah cara Anda melindungi portofolio dari risiko yang tidak terduga. Misalnya seperti tahun 2021-2022, ketika ada tanda-tanda inflasi meningkat atau ketegangan geopolitik, pasar saham mudah mengalami penurunan. Jika Anda memegang saham dan khawatir harga akan turun, alih-alih menjual semuanya, Anda bisa membuka posisi berlawanan untuk menyeimbangkan. Cara ini disebut hedging.

Apa itu hedge dalam praktiknya? Itu adalah transaksi Anda dengan aset yang memiliki korelasi terbalik satu sama lain. Jika Anda Long saham Tesla tetapi khawatir seluruh pasar akan turun, Anda bisa Short indeks NASDAQ untuk mengimbangi. Ketika Tesla turun -15% tetapi NASDAQ turun -19%, keuntungan dari posisi Short akan membantu Anda memulihkan sebagian kerugian.

Ada banyak cara untuk melakukan hedging. Cara paling sederhana adalah diversifikasi portofolio - Anda tidak seharusnya menaruh semua telur dalam satu keranjang, melainkan mencampur antara saham, emas, obligasi, mata uang asing. Cara ini biaya rendah tetapi efektivitasnya tidak sekuat menggunakan instrumen derivatif.

Instrumen derivatif seperti CFD, kontrak berjangka, opsi memiliki kekuatan yang lebih besar. Anda bisa Short CFD saham atau indeks saat pasar berisiko. Atau Long CFD emas, minyak - aset safe haven. Keunggulannya adalah biaya modal awal sangat rendah (hanya beberapa dolar dengan leverage), tetapi kekurangannya adalah biaya holding yang dihitung setiap hari, sehingga semakin lama dipegang, biaya semakin tinggi.

Selain itu ada strategi lain. Anda bisa membeli ETF Inverse - dana yang dirancang untuk naik saat pasar turun. Atau membeli kontrak berjangka VIX, karena indeks volatilitas ini biasanya meningkat tajam saat pasar melakukan koreksi. Menyimpan uang tunai juga merupakan bentuk hedge - saat risiko terjadi, uang tunai akan mempertahankan nilainya lebih baik.

Apa itu hedge yang memiliki banyak cara pelaksanaan? Karena setiap jenis risiko berbeda. Jika Anda khawatir inflasi, emas adalah pilihan yang baik. Jika khawatir keruntuhan pasar, Anda harus Short indeks. Jika khawatir volatilitas harga, Inverse ETF atau VIX futures akan berguna.

Kesulitan dari hedge adalah menentukan secara tepat aset mana yang memiliki korelasi terbalik. Jika Anda asal Short tanpa memahami dengan baik, bisa jadi kedua posisi tersebut terkena stop loss. Oleh karena itu perlu latihan dan pemahaman pasar sebelum menerapkannya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah hedge akan mengurangi keuntungan saat pasar stabil. Jika Anda Short NASDAQ tetapi pasar justru naik, Anda akan rugi pada posisi tersebut. Jadi hedge sebaiknya digunakan saat benar-benar ada risiko tinggi yang tersembunyi, tidak selalu diperlukan.

Hedge secara ringkas adalah alat pengelolaan risiko, bukan alat untuk menghasilkan uang. Tujuannya adalah melindungi portofolio dari kejadian tak terduga, bukan mencari keuntungan tambahan. Mereka yang ingin belajar lebih dalam sebaiknya mencoba di akun demo terlebih dahulu, lalu menerapkannya di akun nyata setelah mahir.
VIX-2,64%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan