Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Baru-baru ini melihat ada yang bertanya tentang arti IPO, jadi saya akan bahas topik ini secara lengkap, karena memang ada banyak orang yang hanya setengah paham tentang proses listing.
Pertama, yang paling dasar: IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering, dalam bahasa Mandarin disebut首次公開發行. Pemahaman sederhananya, adalah proses di mana sebuah perusahaan swasta memutuskan untuk menerbitkan saham kepada publik, sehingga menjadi perusahaan yang terdaftar di bursa. Ketika perusahaan swasta berkembang ke tahap tertentu, modal dari pendiri saja sudah tidak cukup lagi, saat itulah perusahaan perlu mencari pendanaan eksternal, dan IPO menjadi pilihan yang sangat baik. Melalui proses ini, perusahaan dapat mengumpulkan dana, melunasi utang, meningkatkan citra, dan investor juga bisa berbagi keuntungan dari pertumbuhan perusahaan.
Namun, aturan IPO di pasar saham Hong Kong dan AS masih cukup berbeda. Listing di Hong Kong terutama melihat kemampuan menghasilkan laba dan kapitalisasi pasar. Sebagai contoh, di papan utama, perusahaan harus memiliki laba minimal 20 juta HKD dalam satu tahun terakhir dan total laba minimal 30 juta HKD dalam dua tahun sebelumnya, atau kapitalisasi pasar mencapai minimal 4 miliar HKD dan pendapatan tahunan 500 juta HKD, atau kapitalisasi pasar 2 miliar HKD dan pendapatan tahunan 500 juta HKD serta arus kas operasional selama tiga tahun terakhir totalnya lebih dari 100 juta HKD, cukup salah satu dari ketiga syarat tersebut. Sedangkan di AS, ada NYSE dan NASDAQ, dengan persyaratan yang sedikit berbeda, tetapi inti utamanya adalah melihat laba sebelum pajak, kapitalisasi pasar global, pendapatan, dan arus kas.
Proses IPO juga cukup rumit. Di Hong Kong, perusahaan harus menunjuk sponsor, akuntan, pengacara, dan lembaga perantara lainnya untuk melakukan due diligence dan audit, menyusun prospektus, mungkin juga melakukan restrukturisasi bisnis, lalu mengajukan laporan ke Securities and Futures Commission (SFC) dan Hong Kong Stock Exchange (HKEX), baru kemudian melakukan roadshow dan penawaran resmi. Di AS, prosesnya mirip, pertama mencari bank investasi sebagai underwriter, mengajukan pendaftaran ke SEC, melakukan roadshow nasional, menentukan harga dan bursa, lalu baru melakukan penawaran resmi. Seluruh proses ini biasanya memakan waktu beberapa bulan.
Lalu, apa daya tarik berinvestasi di saham IPO baru? Pertama, harga IPO biasanya paling murah. Banyak perusahaan berkualitas tinggi karena dimiliki secara swasta, sehingga investor ritel tidak bisa membeli, tetapi setelah listing, peluangnya terbuka. Selain itu, perusahaan biasanya memulai IPO saat pasar sedang bullish, yang berarti peluang kenaikan harga saham lebih besar. Ditambah lagi, informasi yang bisa dilihat investor dari prospektus biasanya terbatas, sehingga informasi relatif lebih simetris dibandingkan dengan investor institusi besar.
Namun, risiko juga tidak boleh diabaikan. Jika perusahaan yang dipilih sebenarnya tidak bagus secara fundamental, meskipun sudah listing, saat institusi besar dan investor dengan modal besar mulai menjual, investor ritel mungkin tidak mampu merespons dengan cepat. Selain itu, semua faktor positif perusahaan mungkin sudah tercermin dalam harga awal, sehingga potensi keuntungan jangka pendek terbatas. Oleh karena itu, berinvestasi di saham IPO harus dilakukan dengan hati-hati, jangan terburu-buru mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi lebih penting memahami fundamental dan kondisi keuangan perusahaan secara mendalam, melakukan manajemen risiko, dan menerapkan strategi hold jangka panjang serta diversifikasi portofolio.