Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Tahun 2026 tampaknya ekonomi akan mengalami perubahan besar. Harga barang sudah tinggi, tetapi saat ini ada hal baru yang semakin banyak dibicarakan, yaitu deflasi, yaitu kondisi di mana harga barang terus menurun, yang bisa lebih berbahaya daripada harga yang tinggi.
Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Ini terjadi ketika CPI (Indeks Harga Konsumen) negatif. Bukan hanya penurunan harga sementara pada beberapa barang, tetapi penurunan secara luas di seluruh sistem ekonomi. Banyak orang berpikir bahwa barang yang lebih murah itu baik, tetapi dalam skala makro, ini adalah sinyal bahwa daya beli masyarakat melemah, mereka tidak berani mengeluarkan uang. Jika dibiarkan lama-lama, ini bisa menyebabkan resesi ekonomi.
Ada banyak kebingungan antara Disinflation dan Deflation yang berbeda, ya. Disinflation adalah harga masih naik tetapi naiknya melambat, misalnya inflasi dari 5% menjadi 2%. Sedangkan Deflation adalah penurunan harga yang nyata, seperti -1% atau -2%, yang berarti daya beli uang meningkat.
Melihat sejarah, risiko ini nyata. Pada masa Great Depression tahun 1929-1933, harga di AS turun 27%, bank-bank bangkrut, jumlah uang berkurang 30%, pengangguran 25%. Sangat menakutkan. Jepang juga mengalami hal yang sama. Ledakan gelembung tahun 1990 berlangsung lebih dari 30 tahun. Perusahaan Jepang lebih fokus membayar utang daripada berinvestasi. Orang Jepang sudah terbiasa dengan penurunan harga, sehingga mereka berhenti berbelanja. Toko diskon berkembang pesat, upah stagnan.
Deflasi terjadi karena dua hal. Satu, Demand-Side Deflation, yaitu ketika orang khawatir kehilangan pekerjaan, menabung lebih banyak, mengurangi pengeluaran, uang beredar berkurang. Bisnis tidak laku, harus menurunkan harga, menciptakan siklus buruk. Dua, Supply-Side Deflation, muncul dari teknologi AI dan robot yang menurunkan biaya produksi, atau masuknya barang murah dari China.
Thailand sedang menghadapi situasi seperti ini. PDB tahun 2026 diperkirakan hanya bertambah 1,5-1,6%, terendah dalam 30 tahun. Populasi menua, konsumsi menurun. Utang rumah tangga mencapai 85% dari PDB, menahan daya beli.
Dampak deflasi adalah siklus buruk. Orang berpikir harga akan turun lagi, jadi menunda pembelian. Penjualan menurun, bisnis menurunkan harga dan produksi, PHK terjadi, pengangguran meningkat, penjualan makin turun, dan utang menjadi iblis. Jika Anda punya utang 1 juta baht, pendapatan turun 3%, utang lama menjadi beban yang lebih berat. Pasar saham juga laba menurun, harga saham turun, properti pun ikut turun.
Kalau ingin berinvestasi saat seperti ini, era cash is king, bukan trash lagi. Obligasi pemerintah paling cocok, karena saat suku bunga turun, harga obligasi naik, dan imbal hasil riil tinggi. Menyimpan uang tunai atau Money Market Fund membantu menjaga modal, dan bersiap membeli barang bagus dengan harga murah setelah krisis berakhir.
Saham juga harus dipilih yang defensif, seperti Consumer Staples (barang kebutuhan pokok), Utilities (listrik, air), Healthcare (kesehatan). Emas tetap cerah karena saat orang tidak percaya sistem perbankan, bank sentral membeli emas, suku bunga turun.
Bagi investor yang agresif, tahun 2026 adalah peluang jika berani. Pasar saham biasanya turun, bisa melakukan short selling. Obligasi, emas, semuanya punya peluang. Yang terpenting adalah memahami apa itu deflasi dan bagaimana mempersiapkannya.
Kesimpulannya, 2026 bukan tahun untuk menunggu, tetapi tahun untuk mempersiapkan. Sesuaikan portofolio ke obligasi, emas, atau melakukan short selling. Bukan hanya bertahan, tetapi juga bisa meraih keuntungan saat orang lain panik.