Saya baru saja melihat kembali perkembangan harga perak beberapa bulan terakhir – liar, apa yang terjadi di sana. Awal 2026 harga benar-benar meledak, pertama di atas 121 dolar per ons, lalu langsung crash 30% dalam dua hari. Saya jarang melihat hal seperti itu.



Jika saya mengerti dengan benar, harga perak sudah cukup ekstrem pada tahun 2025. Barang ini naik dari sekitar 20-25 dolar ke lebih dari 70 dolar – hampir 150% kenaikan. Kemudian di Januari lagi naik 70% dalam satu bulan. Gila. Banyak orang berbicara tentang siklus super komoditas, dan jujur saja, itu masuk akal jika kita melihat seberapa ketat pasokan yang ada.

Namun para analis tidak sepakat sama sekali. Citigroup mengatakan 150 dolar dalam tiga bulan, pakar lain memperkirakan 50 dolar. Goldman Sachs memperingatkan volatilitas ekstrem. Silver Institute melaporkan defisit struktural – tahun kelima berturut-turut permintaan melebihi pasokan. Ini sebenarnya bullish, tetapi dolar yang kuat dan kebijakan Fed sering kali menghancurkan harga.

Yang menarik bagi saya: permintaan industri terhadap perak terus meningkat. Panel surya, mobil listrik, infrastruktur AI – di mana-mana barang ini dibutuhkan. Pada saat yang sama, pasokan dari tambang hampir tidak cukup mengikuti. Menurut Silver Institute, permintaan diperkirakan akan meningkat tajam hingga 2030. Ini bisa mendorong harga perak tahun 2025 dan seterusnya.

Tapi risikonya juga nyata. Kepala Fed baru, Warsh, dikenal sebagai pendukung suku bunga lebih tinggi, yang memperkuat dolar dan membuat perak lebih mahal bagi pembeli internasional. Permintaan fisik dari Asia terakhir sangat brutal – di Hong Kong, batangan perak terkadang habis dalam beberapa jam karena banyak yang melihat perak sebagai alternatif murah dari emas.

Secara historis menarik: tahun 1980, Hunt Brothers mencoba memanipulasi pasar, harga melonjak ke 48 dolar, lalu semuanya runtuh. Pada 2010/2011 ada tuduhan terhadap JPMorgan terkait manipulasi pasar. Dan sekarang 2025/2026, rally historis. Setiap kali terbukti: pasar perak bisa sangat volatil.

Jika ingin berinvestasi, ada beberapa cara: perak fisik, saham tambang, ETF seperti SLV atau PSLV, CFD dengan leverage, futures, atau perusahaan streaming. Setiap metode punya kelebihan dan kekurangan. Perak fisik nyata, tapi biaya penyimpanan mahal. Saham tambang bisa naik secara proporsional lebih besar, tapi juga lebih volatil. ETF mudah diperdagangkan, tapi ada biaya.

Pertanyaan besar tetap: Apakah harga perak akan terus meledak di 2025 dan 2026 atau akan koreksi? Pengamatan saya: selama inflasi tetap tinggi, permintaan industri meningkat, dan pasokan tetap ketat, perak punya potensi naik. Tapi dolar yang kuat atau kebijakan moneter yang lebih ketat bisa langsung menekan harga ke bawah. Kita sudah menyaksikan itu secara langsung.

Siapa pun yang berinvestasi harus tidak meremehkan risiko. Bank of America memperingatkan tentang dinamika yang mirip gelembung. Strategi saya: amati bagaimana dolar dan kebijakan Fed berkembang, lalu sesuaikan posisi. Untuk investor jangka panjang, defisit struktural dan permintaan yang meningkat bisa menarik. Tapi untuk jangka pendek, ini seperti kasino.
XAG1,94%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan