Ketika pasar saham mengalami penurunan, banyak orang mulai mencari peluang untuk membeli saham yang bagus, tetapi masalahnya adalah kita akan tahu bagaimana harga saat ini benar-benar murah atau hanya terlihat murah saja.



Di sinilah rasio P/E adalah alat yang sangat penting bagi investor. Saya melihat bahwa banyak orang masih belum benar-benar memahami apa itu dan bagaimana menggunakannya agar bermanfaat.

Sederhananya, rasio P/E adalah rasio harga saham terhadap laba per saham (EPS), memberi tahu kita bahwa jika kita membeli saham ini, berapa tahun kita harus menunggu untuk kembali modal, dengan asumsi laba perusahaan tetap sama setiap tahun.

Perhitungannya sangat mudah, P/E = harga saham dibagi EPS. Semakin rendah P/E, semakin murah saham tersebut dan semakin cepat modal kembali. Contohnya, jika harga saham 5 rupiah dan EPS 0,5 rupiah, maka P/E-nya adalah 10 kali. Artinya, perlu menunggu 10 tahun untuk kembali modal.

Namun, di sini ada hal yang perlu diperhatikan, rasio P/E memiliki dua jenis: Forward P/E menggunakan laba yang diperkirakan di masa depan, sedangkan Trailing P/E menggunakan laba aktual yang terjadi selama 12 bulan terakhir. Kebanyakan investor lebih suka Trailing P/E karena menggunakan data nyata, tidak perlu menebak, tetapi kekurangannya adalah hanya mencerminkan masa lalu dan tidak memberi tahu tentang masa depan.

Yang perlu diingat adalah rasio P/E adalah alat yang memiliki keterbatasan. EPS saham tidak tetap konstan sepanjang waktu; bisa berubah sesuai kondisi perusahaan. Jika perusahaan tumbuh dan EPS meningkat menjadi 1 rupiah, P/E akan turun menjadi 5 kali, yang berarti modal kembali lebih cepat. Tetapi jika terjadi kejadian negatif dan EPS turun menjadi 0,25 rupiah, P/E akan melonjak menjadi 20 kali, dan Anda harus menunggu 20 tahun.

Oleh karena itu, rasio P/E hanyalah salah satu alat. Ia membantu kita membandingkan tingkat harga saham yang berbeda secara standar, tetapi harus digunakan bersama analisis lain, seperti mempelajari tren laba perusahaan, likuiditas, dan faktor lainnya.

Singkatnya, jika Anda ingin memilih saham dengan harga yang baik, gunakan rasio P/E sebagai titik awal, tetapi jangan hanya mengandalkannya saja karena pasar saham jauh lebih kompleks.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan