Kemarin saya melihat data CPI dari Thailand lalu berpikir bahwa ini adalah hal yang mungkin masih belum dipahami banyak orang tentang apa itu inflasi dan mengapa hal itu berdampak pada kehidupan kita hari ini



Sederhananya, inflasi adalah kondisi di mana harga barang dan jasa meningkat secara terus-menerus. Dari sudut pandang lain, itu adalah penurunan nilai uang. Saat dulu kita bisa membeli banyak nasi dengan 50 baht, sekarang hanya bisa membeli satu porsi saja. Itulah pengertiannya. Saya perhatikan bahwa hal semacam ini cukup berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi para investor, karena inflasi tinggi atau rendah berdampak langsung ke pasar saham

Inflasi bisa terjadi karena berbagai penyebab. Penyebab pertama adalah meningkatnya permintaan pembelian, tetapi barang tidak cukup diproduksi. Penjual pun menaikkan harga. Penyebab kedua adalah biaya produksi yang meningkat, baik dari minyak mentah, gas alam, maupun masalah rantai pasok. Produsen harus menaikkan harga agar tetap mendapatkan keuntungan. Penyebab ketiga adalah pemerintah mencetak uang lebih banyak, sehingga jumlah uang dalam sistem bertambah, dan harga pun ikut melonjak

Untuk situasi saat ini, ekonomi global sedang pulih, tetapi permintaan barang sangat tinggi sehingga pasokan tidak cukup. Ditambah lagi dengan kekurangan chip semikonduktor, kekurangan kontainer pengangkutan, dan harga energi yang terus meningkat. Semua ini menyebabkan inflasi melonjak ke tingkat tertinggi dalam sejarah

Dapat diamati bahwa ada kelompok orang yang diuntungkan dari inflasi, yaitu pengusaha dan pedagang, karena mereka bisa menaikkan harga barang. Tapi karyawan yang bergaji merasa sedih, karena gaji mereka naik tetapi lebih kecil dari inflasi. Akibatnya, daya beli uang menurun

Thailand pernah mengalami inflasi sangat tinggi pada tahun 2517 (1974) sebesar 24,3 persen, karena harga minyak melonjak akibat perang di Timur Tengah. Terbaru, pada Mei 2565 (2022), inflasi mencapai 7,10 persen akibat perang Rusia-Ukraina

Jika inflasi terlalu tinggi hingga menjadi hiperinflasi, itu adalah kondisi uang yang tidak berfungsi (money stagnation), yang berlawanan dengan inflasi. Harga barang terus menurun, produsen enggan memproduksi, dan ekonomi menjadi lesu. Baik inflasi maupun deflasi sama-sama berbahaya bagi perekonomian

Inflasi mempengaruhi kita dari berbagai aspek. Masyarakat umum akan memiliki daya beli yang lebih kecil, biaya hidup meningkat. Pengusaha mungkin harus menunda produksi atau mengurangi karyawan. Negara bisa mengalami pertumbuhan yang melambat. Ini adalah hal yang perlu diwaspadai

Namun, inflasi dalam tingkat yang wajar (sekitar 2-3 persen) sebenarnya baik untuk ekonomi, karena mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan perputaran uang yang lebih lancar

Ketika inflasi terjadi, para investor sebaiknya menyesuaikan diri dengan berinvestasi pada aset yang memberikan hasil lebih tinggi, seperti saham, reksa dana, properti, dan emas, yang harga pergerakannya searah dengan inflasi. Hindari berhutang yang tidak perlu, dan buat rencana pengeluaran yang ketat

Sektor saham yang diuntungkan dari inflasi adalah saham bank dan asuransi, karena bunga akan naik dan laba mereka meningkat. Sektor makanan juga menarik, karena merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi orang, sehingga mereka memiliki kekuatan untuk menentukan harga

Akhirnya, inflasi adalah hal yang harus selalu dipantau karena mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan kita, baik dalam memilih investasi, menabung, maupun merencanakan hidup. Semakin kita memahami inflasi, semakin siap kita menghadapi perubahan kondisi ekonomi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan