Belakangan ini saya menemukan banyak orang masih agak asing dengan konsep ADR saham AS, sebenarnya ini cukup penting bagi mereka yang ingin berinvestasi di perusahaan luar negeri. Singkatnya, ADR adalah sertifikat deposito Amerika, memungkinkan perusahaan asing untuk terdaftar di pasar saham AS, dan memudahkan investor AS membeli saham perusahaan asing.



Saya akan jelaskan dulu bagaimana cara kerja ADR. Perusahaan asing menyerahkan saham mereka ke bank kustodian AS, lalu bank tersebut mengeluarkan sertifikat ADR, sehingga saham tersebut bisa diperdagangkan di pasar saham AS. Misalnya TSMC dari Taiwan, yang terdaftar di Taiwan dengan kode 2330, setelah menerbitkan ADR di AS, kode-nya menjadi TSM, sehingga bisa langsung diperdagangkan di NYSE. Bagi investor, membeli ADR sama mudahnya seperti membeli saham AS biasa, tidak perlu membuka rekening sekuritas di Taiwan.

Mengapa perusahaan asing menerbitkan ADR? Utamanya karena pasar AS adalah pasar modal terbesar dan paling aktif di dunia. Banyak perusahaan sudah terdaftar di negara mereka sendiri, tapi tidak ingin menjalani proses listing kedua yang rumit. Menerbit ADR bisa menyederhanakan proses, sekaligus mendapatkan pendanaan di pasar AS, dua keuntungan sekaligus. Bagi investor, tanpa ADR, ingin membeli saham perusahaan asing harus membuka rekening lokal, menukar mata uang, dan menanggung risiko nilai tukar, yang merepotkan.

ADR terbagi menjadi dua jenis, yaitu sponsored dan unsponsored. ADR sponsored adalah yang diterbitkan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan bank, harus mematuhi regulasi SEC, secara rutin mengungkapkan informasi keuangan, risiko relatif lebih rendah. ADR unsponsored mungkin tidak melibatkan perusahaan secara langsung, hanya diperdagangkan di pasar OTC, risikonya lebih tinggi. Selain itu, ADR juga dibagi menjadi tiga level, level 1 hanya bisa diperdagangkan di pasar OTC, level 2 dan 3 bisa diperdagangkan di NASDAQ atau NYSE, semakin tinggi levelnya, pengawasan semakin ketat.

Ada konsep penting yang disebut rasio ADR. Rasio ADR tidak satu banding satu dengan saham asing. Misalnya, rasio ADR TSMC adalah 1:5, artinya 5 saham TSMC setara dengan 1 ADR. Foxconn juga 1:5, tapi Chunghwa Telecom adalah 1:10. Rasio ini ditentukan berdasarkan harga saham asing dan nilai tukar, jika harga saham terlalu tinggi dan menyulitkan transaksi, rasio akan disesuaikan untuk meningkatkan likuiditas.

Perbedaan antara saham Taiwan dan ADR Taiwan cukup signifikan. Pertama, sifatnya berbeda, saham Taiwan adalah saham, ADR adalah sertifikat. Tempat perdagangan berbeda, saham Taiwan di bursa Taiwan, ADR di NYSE atau NASDAQ. Kode juga berbeda, dan regulatornya berbeda. Yang paling penting, karena lokasi perdagangan dan kelompok investor berbeda, harga saham perusahaan yang sama bisa berbeda, kadang muncul fenomena premium atau diskon. Misalnya, harga ADR TSMC setelah dikonversi kadang lebih tinggi dari harga saham Taiwan, ini disebut premium. Beberapa investor memanfaatkan perbedaan ini untuk arbitrase.

Saat berinvestasi di ADR, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan. Pertama adalah likuiditas, perusahaan asing mungkin tidak terkenal di luar negeri, volume transaksi ADR relatif sedikit, bisa jauh di bawah pasar domestik. Kedua, fundamental perusahaan, harus memahami kondisi operasional dan prospek industri. Juga perhatikan risiko nilai tukar, karena ADR diperdagangkan dalam dolar AS, fluktuasi dolar akan langsung mempengaruhi keuntungan Anda. Misalnya, keuntungan 20%, tapi dolar melemah, akhirnya mungkin tidak untung atau malah rugi.

Keuntungan utama ADR adalah biaya transaksi yang rendah. Investor Taiwan yang mendapatkan keuntungan dari transaksi ADR di bawah 1 juta yuan tidak perlu membayar pajak penghasilan, dan biaya broker luar negeri biasanya sangat rendah bahkan nol, jauh lebih murah daripada biaya pajak dan biaya transaksi di Taiwan. Selain itu, peluang investasi lebih beragam, Anda bisa sekaligus berinvestasi di perusahaan AS dan perusahaan dari China, Taiwan, dan lain-lain. Misalnya, jika ingin berinvestasi di bidang mobil listrik, bisa melihat Tesla dan NIO sekaligus.

Namun, ada juga kekurangannya. Bagi investor Taiwan, harus membuka rekening broker luar negeri, menukar mata uang menjadi dolar, dan menyetor dana dulu, proses awalnya cukup merepotkan. Jika melalui broker Taiwan untuk membeli, biaya komisi sekitar 1-2%, lebih mahal daripada langsung membeli ADR. Risiko terbesar tetap pada fluktuasi nilai tukar, perubahan kurs dolar dan dolar Taiwan akan langsung mempengaruhi keuntungan nyata Anda, ini adalah biaya yang harus ditanggung saat berinvestasi di ADR.

Secara keseluruhan, ADR adalah pilihan yang bagus untuk berinvestasi di perusahaan luar negeri, terutama jika ingin berinvestasi di perusahaan asing terkenal. Tapi sebelum berinvestasi, harus memahami mekanisme ADR, rasio, likuiditas, dan faktor lainnya, serta siap menghadapi volatilitas nilai tukar. Baru-baru ini juga banyak yang memperhatikan aset luar negeri di Gate, sebenarnya memahami logika kerja ADR sangat membantu dalam pengambilan keputusan investasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan