Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#TrumpDelaysIranStrike
Harga Emas Anjlok Lebih dari 1% Tertekan Dolar AS dan Yield Tinggi
Harga emas dunia merosot lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (19/5/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS di tengah kekhawatiran inflasi yang masih tinggi.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,4% menjadi US$ 4.503,98 per ons pada pukul 13.45 waktu setempat. Sepanjang sesi perdagangan, harga emas bahkan sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni ditutup melemah 1% ke posisi US$ 4.511,20 per ons.
Tekanan terhadap emas datang seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Di saat yang sama, dolar AS juga menguat karena pelaku pasar mulai mengantisipasi kemungkinan sikap lebih agresif atau hawkish dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam menahan laju inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan kenaikan suku bunga riil di berbagai negara menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas. Penguatan dolar AS juga memperburuk tekanan terhadap logam mulia tersebut.
Kenaikan imbal hasil obligasi membuat biaya peluang memegang emas semakin tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, penguatan dolar AS membuat harga komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent masih bertahan di atas US$ 110 per barel akibat kekhawatiran pasokan global. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dunia akan terus meningkat seiring naiknya biaya energi dan bahan bakar.
Inflasi yang tinggi mendorong bank-bank sentral mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk meredam tekanan harga. Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, logam mulia itu justru cenderung tertekan ketika suku bunga tinggi bertahan dalam waktu lama.
Pasar kini melihat peluang penurunan suku bunga The Fed hingga sebagian besar 2026 semakin terbatas. Bahkan, ekspektasi mulai bergeser ke arah suku bunga tetap atau kembali diperketat pada akhir tahun.
Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menilai prospek jangka panjang emas masih cukup kuat. Namun, perkembangan makroekonomi dalam jangka pendek menciptakan tantangan yang lebih berat bagi harga emas.
Ia menambahkan, ketika tekanan dari lonjakan harga energi mulai mereda, permintaan emas dari bank sentral berpotensi kembali menjadi pendorong utama pasar.
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat kebijakan terbaru The Fed yang dijadwalkan dirilis Rabu waktu AS untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Tidak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga melemah. Harga perak spot turun 4,1% menjadi US$ 74,53 per ons setelah sempat menyentuh level terendah dalam sekitar dua pekan.
Platinum terkoreksi 2,2% menjadi US$ 1.936,10 per ons dan palladium anjlok 4,2% ke posisi US$ 1.359,26 per ons.
Meski demikian, J.P. Morgan masih memproyeksikan harga platinum dapat mencapai US$ 2.400 per ons pada kuartal IV-2026. Bank investasi tersebut juga memperkirakan harga palladium berpotensi naik ke level US$ 1.600 per ons pada periode yang sama.