Belakangan ini ada teman yang bertanya kepada saya, mengapa saham dari beberapa perusahaan tidak dapat ditemukan di bursa? Sebenarnya jawabannya sangat sederhana—mereka mungkin berada di pasar perdagangan di luar bursa. Hari ini mari kita bahas apa itu pasar OTC, dan perbedaannya dengan bursa tradisional.



Apa itu OTC? Singkatan dari Over The Counter, dalam bahasa Mandarin disebut sebagai perdagangan di luar bursa atau perdagangan di atas meja. Singkatnya, adalah investor tidak melakukan perdagangan di bursa terpusat, melainkan melalui bank, pialang, telepon, atau sistem elektronik secara langsung. Pasar ini juga disebut perdagangan di toko, pasar over-the-counter. Ciri utamanya adalah harga tidak seperti di bursa yang menetapkan harga secara seragam, melainkan ditentukan melalui negosiasi antara pembeli dan penjual.

Mengapa ada pasar OTC? Utamanya karena banyak perusahaan tidak memenuhi syarat untuk go public, terutama perusahaan kecil dan startup. Beberapa perusahaan bahkan jika memenuhi syarat listing, memilih untuk bertransaksi di luar bursa untuk menghindari terlalu banyak pengungkapan informasi dan tekanan kompetisi. Dengan perkembangan internet, skala pasar OTC berkembang pesat, menjadi pilihan semakin banyak investor.

Mengenai apa saja yang bisa diperdagangkan di pasar OTC, sebenarnya sangat luas. Selain saham dan obligasi, ada juga derivatif keuangan, valuta asing, dan mata uang kripto. Di antaranya, mata uang kripto sangat menarik karena pasar di luar bursa memungkinkan pembelian besar-besaran aset kripto secara sekaligus, yang sulit dilakukan di bursa kripto khusus.

Di Taiwan, proses operasional pasar OTC adalah seperti ini: investor melakukan order melalui pialang, order diunggah ke sistem pencocokan di pusat perdagangan over-the-counter, dan sistem mencocokkan transaksi berdasarkan prioritas harga dan waktu. Aturan teknisnya mengikuti pasar saham, tidak memerlukan operasi tambahan. Jam perdagangan adalah sebelum pasar buka pukul 08:30-09:00, perdagangan normal pukul 09:00-13:30, dan penetapan harga setelah pasar tutup pukul 13:40-14:30. Batas kenaikan dan penurunan juga ±10%, sama seperti saham di bursa. Sistem penyelesaian adalah T+2, artinya penyelesaian dilakukan dua hari kerja setelah transaksi.

Jika dibandingkan antara perdagangan di dalam bursa dan pasar OTC, perbedaannya cukup jelas. Perdagangan di dalam bursa adalah standar, dengan penetapan harga kolektif, terpusat di bursa, diawasi secara ketat, transparan, dan volume transaksi besar. Pasar OTC adalah non-standar, negosiasi harga, dilakukan secara terpisah, pengawasan relatif longgar, transparansi rendah, volume kecil. Secara sederhana, ibaratnya, perdagangan di dalam bursa seperti pergi ke bank untuk membeli emas, semua sama; pasar OTC seperti pergi ke toko gadai, kondisi tiap toko berbeda, tetapi jenis barang yang bisa diperdagangkan lebih beragam.

Keunggulan pasar OTC memang cukup banyak. Pertama, pilihan investasi lebih banyak, bisa mengakses derivatif, kontrak selisih harga, valuta asing, dan lain-lain. Kedua, transaksi lebih fleksibel, produk bisa disesuaikan, dan leverage juga lebih besar. Saat ini, banyak platform OTC resmi yang tingkat keamanannya terus meningkat, dilengkapi dengan penilaian risiko, identifikasi KYC, mekanisme penanganan keluhan, dan langkah perlindungan lainnya.

Namun, risiko juga memang ada. Pasar OTC kurang memiliki regulasi yang seragam, pengawasan relatif longgar, sehingga memang ada beberapa broker penipuan yang menyamar. Likuiditasnya tidak sebaik bursa, mungkin sulit mendapatkan harga yang baik. Volatilitas pasar juga mempengaruhi investasi, dan investor tidak mendapatkan informasi yang sama terbukanya seperti di bursa. Beberapa pelaku ilegal bahkan bisa menggunakan informasi palsu untuk menipu investor.

Lalu, apakah pasar OTC aman? Jujur saja, dibandingkan dengan perdagangan di dalam bursa, OTC memang memiliki risiko. Tapi bukan berarti sama sekali tidak aman. Kuncinya adalah memilih broker yang tepat, pastikan mereka diawasi secara resmi, dan memiliki tingkat pengendalian risiko yang kuat. Selanjutnya, pilih produk yang matang, pahami spread, likuiditas, dan informasi lainnya. Terakhir, gunakan platform resmi untuk melakukan transaksi OTC, karena platform ini biasanya memiliki langkah perlindungan investor yang sesuai.

Pada akhirnya, pasar OTC memberi lebih banyak pilihan dan fleksibilitas bagi investor, tetapi syaratnya adalah Anda harus mampu mengenali risiko, memilih platform dan broker yang resmi. Jika ingin mencoba peluang pasar di luar bursa, disarankan mulai dari memahami dasar-dasarnya, pilih produk yang likuid dan diawasi dengan baik, seperti valuta asing utama atau mata uang kripto. Baru-baru ini, banyak investor yang tertarik dengan peluang pasar OTC di platform seperti Gate dan lainnya, jika berminat bisa dicek sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan