Akhir-akhir ini ada topik yang sering muncul di komunitas investasi. Yaitu pertanyaan tentang apa itu obligasi dan bagaimana cara berinvestasi di dalamnya. Banyak orang yang menginginkan hasil yang lebih tinggi dari deposito, tetapi juga ingin menghindari volatilitas saham.



Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga publik lainnya untuk mengumpulkan dana, di mana mereka berjanji membayar bunga selama periode tertentu. Dari sudut pandang investor, membeli obligasi berarti meminjamkan uang ke penerbit obligasi dan menerima bunga secara berkala serta pokok saat jatuh tempo.

Untuk memahami konsep obligasi, kita perlu mengetahui beberapa karakteristik utama. Pertama adalah stabilitas. Obligasi pemerintah dengan peringkat kredit tinggi atau obligasi perusahaan dengan peringkat AAA hampir tidak berisiko kehilangan pokok, sehingga bisa dianggap aman seperti deposito. Kedua adalah pendapatan bunga reguler, biasanya dibayarkan setiap 3-6 bulan. Obligasi pemerintah sekitar 3%, sedangkan obligasi perusahaan bisa memberikan imbal hasil sekitar 4-6% tergantung peringkat kredit.

Karakteristik ketiga adalah likuiditas. Keunggulan besar dari obligasi adalah dapat diperdagangkan secara bebas di pasar sebelum jatuh tempo. Tidak ada penalti jika membatalkan sebelum waktu, seperti deposito. Keempat adalah volatilitas harga; jika suku bunga pasar turun, harga obligasi naik, dan sebaliknya. Ini bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan dari selisih harga jual beli. Terakhir, ada manfaat pajak. Investor pribadi hanya dikenai pajak atas pendapatan bunga, sedangkan keuntungan dari selisih harga jual tidak dikenai pajak.

Jika dibandingkan dengan deposito berjangka, perbedaannya cukup jelas. Deposito hanya perlu disimpan di bank sampai jatuh tempo, sedangkan obligasi tergantung pada kredit penerbitnya untuk pengembalian pokok. Selain itu, obligasi bisa diperdagangkan bebas sebelum jatuh tempo dan berpotensi mendapatkan keuntungan dari penurunan suku bunga. Sedangkan deposito, jika dibatalkan di tengah jalan, bunga akan dipotong.

Jenis obligasi pun beragam. Obligasi pemerintah (obligasi negara) adalah yang paling aman, tetapi imbal hasilnya rendah. Obligasi khusus dari perusahaan milik negara memiliki tingkat bunga sedikit lebih tinggi. Obligasi perusahaan dari perusahaan umum memiliki imbal hasil yang sangat bervariasi tergantung peringkat kreditnya. Ada juga obligasi luar negeri seperti obligasi AS, yang semakin populer karena diversifikasi aset dalam dolar dan sebagai aset aman global.

Obligasi tidak cocok untuk semua orang. Cocok bagi mereka yang membutuhkan aliran kas reguler, mendekati pensiun, atau merasa tidak nyaman dengan volatilitas saham. Dengan mengalokasikan sebagian portofolio ke obligasi, risiko keseluruhan aset bisa dikurangi secara efektif.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Ketika suku bunga naik, harga obligasi yang ada akan turun. Jika diperkirakan suku bunga akan naik, lebih baik memilih obligasi jangka pendek atau obligasi berbunga mengambang. Selain itu, jika perusahaan penerbit obligasi bangkrut, investor mungkin tidak mendapatkan kembali pokoknya, jadi penting untuk memeriksa peringkat kreditnya dengan cermat. Jangan lupa bahwa obligasi luar negeri juga dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar mata uang.

Ada tiga cara berinvestasi obligasi. Pertama, membeli obligasi secara langsung melalui sekuritas atau bank. Dalam hal ini, hanya dikenai pajak atas pendapatan bunga, sedangkan keuntungan dari selisih harga jual tidak dikenai pajak. Kedua, melalui dana obligasi, di mana manajer aset mengelola portofolio berisi berbagai obligasi. Dengan dana ini, investor kecil tetap bisa merasakan diversifikasi, meskipun ada biaya manajemen. Ketiga, melalui ETF obligasi yang diperdagangkan di bursa seperti saham, memungkinkan transaksi real-time dengan biaya rendah dan likuiditas tinggi.

Jika baru memulai investasi obligasi, disarankan untuk mulai dari produk yang relatif aman seperti obligasi pemerintah atau ETF obligasi, lalu secara bertahap beralih ke obligasi perusahaan atau obligasi luar negeri. Saat ini, harapan penurunan suku bunga dan karakteristik stabil serta imbal hasil obligasi membuatnya menarik. Pilih obligasi sesuai tujuan investasi dan rencana keuangan Anda, lalu mulai lakukan alokasi aset yang bijak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan