Saya akhir-akhir ini memikirkan sesuatu yang kebanyakan investor tidak benar-benar mengerti dengan baik: apa sebenarnya angka yang kamu lihat di layar saat melihat sebuah saham. Harga yang kita semua cek setiap hari. Nah, itu adalah nilai pasar dari sebuah saham, dan percayalah, memahaminya dengan baik bisa menghemat banyak kekecewaan.



Lihat, semuanya dimulai saat kita berhenti melakukan barter. Bayangkan sebuah desa di mana mereka menukar ayam dengan wortel, kain dengan alat. Kekacauan total. Lalu uang datang dan menyederhanakan semuanya. Tapi di sinilah yang menarik: begitu semuanya memiliki harga dalam mata uang, harga itu tidak tetap. Tergantung berapa banyak orang yang ingin membeli versus berapa banyak yang ingin menjual. Itulah tepatnya yang menentukan nilai pasar sebuah saham di bursa.

Orang kadang bertanya kepada saya: Apakah saya bisa menjual saham saya dengan harga yang saya inginkan? Secara teknis ya, tapi di sinilah triknya. Jika sebuah saham diperdagangkan di 16 euro dan kamu mencoba menjualnya di 34, tidak ada yang akan membelinya. Itu seperti pergi ke pasar tradisional dan mencoba menjual sebuah apel dengan harga emas. Kamu perlu menemukan seseorang yang bersedia membayar apa yang kamu minta. Itulah mengapa pasar ada: agar pembeli dan penjual bertemu pada harga yang disetujui keduanya.

Sekarang, ada sesuatu yang penting yang banyak orang lupa: likuiditas. Jika sebuah saham memiliki volume perdagangan yang sedikit, meskipun naik secara eksponensial, bisa jadi itu jebakan. Saya pernah melihat kasus di mana nilai melonjak ke headline karena kenaikan spektakuler, tetapi saat diselidiki lebih dalam, baru beberapa transaksi yang terjadi. Itu berarti pergerakannya tidak nyata, hanya karena sangat sedikit orang yang membeli atau menjual. Saat kamu mencoba keluar dari posisi itu, kamu akan terjebak.

Inilah alasan mengapa nilai pasar sebuah saham harus dihitung dengan volume yang layak. Hanya dengan begitu harga mencerminkan sesuatu yang mendekati kenyataan. Rumusnya sederhana: ambil jumlah total saham sebuah perusahaan dan kalikan dengan harga saat ini. Itu memberi kamu kapitalisasi pasar. Tapi jujur saja, kamu tidak perlu melakukan perhitungan; broker secara otomatis menampilkannya.

Di sinilah banyak orang gagal: bingung antara nilai pasar dengan nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan. Itu hal yang berbeda. Nilai pasar adalah apa yang dikatakan pasar hari ini. Tapi itu tidak selalu benar. Saya ingat kasus Terra di Spanyol, sebuah saham yang keluar di 11,81 euro dan dalam kurang dari setahun mencapai 157,60 euro. Itu murni kegilaan internet, bukan hasil nyata. Kemudian Telefónica menyerapnya dan menghilang. Atau Gowex, yang mengaku sebagai raksasa Wi-Fi dunia, tetapi ternyata adalah penipuan besar-besaran. CEO-nya berbohong, angka-angkanya palsu, dan saat Gotham Research mengungkapnya, semuanya runtuh.

Inilah yang terjadi saat nilai pasar terlepas dari fundamentalnya. Bubble muncul dari situ. Semua melihat harga naik, jadi mereka membeli tanpa bertanya-tanya mengapa harga benar-benar naik. Ini psikologi massa yang disamarkan sebagai investasi.

Realitanya adalah bahwa nilai pasar, meskipun tidak sempurna, adalah referensi terbaikmu sehari-hari. Tidak sempurna, nilai buku juga tidak. Tapi kamu butuh sesuatu untuk membimbingmu. Saran saya setelah bertahun-tahun mengamati ini: cari saham dengan volume nyata, pahami perbedaan antara harga bid (jual) dan ask (beli), dan yang terpenting, jangan bingung antara nilai pasar yang naik dan investasi yang bagus. Waktu dan angka selalu akhirnya mengungkap kebenaran.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan