Belakangan ini saya sedang mempelajari berbagai metode investasi di bidang DeFi, dan menemukan bahwa banyak orang masih agak bingung tentang konsep penambangan likuiditas ini. Sejujurnya, ini adalah cara menghasilkan uang yang layak untuk dipelajari secara mendalam, terutama bagi mereka yang memegang koin dalam jangka panjang.



Pertama, mari kita bahas apa itu penambangan likuiditas. Secara sederhana, artinya Anda menaruh token yang dimiliki ke dalam kolam likuiditas di bursa atau platform DeFi, dan platform akan memberi Anda imbalan. Konsep ini terdengar sederhana, tetapi logika di baliknya cukup menarik. Likuiditas pada dasarnya adalah kemudahan transaksi aset, semakin tinggi likuiditas berarti transaksi lebih mudah dilakukan, spread lebih kecil. Bayangkan saja, menjual sebuah rumah mungkin harus menunggu setengah tahun sampai ada yang membeli, tetapi menjual saham bisa dilakukan dalam hitungan menit, ini menunjukkan perbedaan likuiditas.

Penambangan likuiditas memiliki dua bentuk utama. Di bursa terpusat, biasanya institusi besar berperan sebagai market maker yang menyediakan likuiditas. Di bursa desentralisasi, justru lebih demokratis, siapa saja bisa ikut serta, biasanya tidak ada batasan modal. Inilah alasan mengapa penambangan likuiditas DeFi begitu populer dalam dua tahun terakhir.

Di sini perlu diluruskan sebuah kesalahpahaman. Meski namanya mengandung kata 'penambangan', penambangan likuiditas dan penambangan tradisional dengan mesin penambang sama sekali berbeda. Penambangan tradisional bergantung pada mesin penambang untuk memelihara jaringan blockchain dan mendapatkan imbalan, yang memakan banyak listrik dan perangkat keras. Sedangkan penambangan likuiditas hanya membutuhkan Anda menyediakan token, tidak melibatkan mesin penambang, tidak menghabiskan listrik, cukup menaruh uang dan menunggu hasilnya.

Dalam praktiknya, Anda perlu menyetor token ke dalam kolam likuiditas. Ada satu detail, sebagian besar pasangan mata uang adalah pasangan dua token, seperti BTC/USDT, ETH/USDT, jadi harus menaruh dua jenis token sekaligus. Tapi saat ini juga ada platform yang menyediakan kolam satu token, namun umumnya keuntungan dari pasangan dua token lebih tinggi. Setelah kolam terbentuk, kolam tersebut menjadi pihak yang bertransaksi, siapa saja bisa melakukan transaksi dengan kolam ini. Misalnya, jika harga BTC di kolam BTC/USDT adalah 90.000 USDT, dan Anda ingin membeli 1 BTC, maka harus membayar 90.000 USDT ke kolam tersebut, dan sebaliknya.

Lalu, dari mana sumber keuntungan itu berasal? Ada dua sumber utama. Pertama, imbalan dari platform itu sendiri, biasanya lebih besar di awal proyek. Kedua, biaya transaksi, yang bersifat permanen dan dibagi sesuai proporsi kontribusi Anda. Kedua jenis imbalan ini biasanya secara otomatis dikirimkan ke akun atau dompet Anda, tidak perlu ditarik secara manual, dan algoritma pembagiannya jarang salah.

Memilih platform penambangan likuiditas DeFi harus dilakukan dengan hati-hati. Pertama, perhatikan keandalan platform, pilih yang besar agar menghindari risiko bangkrut atau kabur. Kedua, periksa keamanan, pastikan platform sudah diaudit oleh Certik, Slowmist, atau auditor terpercaya lainnya. Saya pernah melihat beberapa kolam di Curve Finance diserang, dan kerugiannya cukup besar, jadi jangan anggap remeh. Selanjutnya, pilihlah mata uang yang besar seperti BTC, ADA, SOL, jangan tergoda reward tinggi dengan memilih token dengan kapitalisasi kecil yang mudah hilang nilainya. Terakhir, bandingkan tingkat pengembalian tahunan dari berbagai platform, ada kolam yang rata-rata tahunan 2% dalam 24 jam, ada yang sampai 4%, tetapi biasanya semakin tinggi imbalan, semakin tinggi risikonya.

Dalam praktiknya, untuk platform terpusat Anda perlu membuka akun, sedangkan di platform desentralisasi cukup satu dompet. Contohnya Uniswap, setelah menghubungkan dompet, pilih pasangan transaksi, isi jumlah dan parameter biaya, lalu konfirmasi dan kirim. Prosesnya tidak rumit, tapi pastikan dompet Anda memiliki token yang sesuai.

Mari bahas risiko, ini sangat penting. Meski penambangan likuiditas bisa memberi banyak keuntungan saat pasar bullish, ada juga risiko tersembunyi. Pertama, hindari penipuan, jangan sembarangan klik link phishing. Kedua, kontrak pintar bisa memiliki celah, kolam besar rentan diserang hacker, jadi pilih platform yang sudah diaudit dan minim insiden, hindari proyek baru yang belum terbukti. Ada juga risiko kerugian tak bersyarat, yaitu saat harga token berfluktuasi dan trader arbitrase mengambil sebagian dana Anda, sehingga kontribusi likuiditas Anda malah merugi. Semakin besar volatilitas, semakin tinggi risiko ini.

Secara keseluruhan, penambangan likuiditas DeFi cocok untuk mereka yang berencana memegang koin dalam jangka panjang. Dengan tidak menjual token, Anda tetap bisa mendapatkan imbalan dari platform dan biaya transaksi, seperti investasi kedua. Tapi, semua investasi harus dikendalikan risikonya, jangan menaruh seluruh dana, sebaiknya dibatasi sekitar 30% agar lebih aman. Jika Anda tertarik dengan bidang ini, tidak ada salahnya mengikuti proyek dan tren di platform seperti Gate untuk memahami lebih banyak detailnya.
BTC-0,44%
ETH-0,39%
CRV1,09%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan