Belakangan ini banyak orang muda membahas apakah menabung saham bisa mewujudkan pensiun dini, sejujurnya, topik ini agak terlalu diangkat secara sakral. Menabung saham memang merupakan cara investasi yang bagus, tapi tentu saja tidak semenyenangkan dan sehebat itu.



Mari kita bahas dulu apa sebenarnya menabung saham itu. Secara sederhana, yaitu membeli sebuah saham dan memegangnya dalam jangka panjang, mengandalkan dividen perusahaan untuk mengumpulkan keuntungan. Kedengarannya seperti menyimpan uang di deposito bank, makanya disebut menabung saham. Di Taiwan, praktik ini memang cukup populer, di internet juga penuh dengan cerita inspiratif seperti "penghasilan bulanan xxx juta, pensiun dengan tenang". Tapi saya harus jujur, cerita-cerita ini sering hanya melihat sisi glamor dari menabung saham.

Saya akan bahas dulu jebakan dalam menabung saham. Pertama dan utama, masalah terbesar adalah—menabung saham sama sekali tidak menjamin modal aman. Banyak orang mendapatkan dividen, tapi hasilnya tertelan oleh penurunan harga saham. Contoh yang terkenal adalah tahun 2021, saat dividen 10 yuan dan yield lebih dari 15%, banyak investor menabung saham langsung masuk, tapi harga saham dari 70 yuan ambruk ke 22 yuan. Akhirnya, setelah dihitung, dividen yang didapat tertutup oleh kerugian selisih harga, ini disebut "menghasilkan dividen, rugi selisih harga". Jadi, pemilihan saham sangat penting, tidak cukup hanya melihat tingkat dividen.

Kedua, menabung saham menguji kemampuan memilih saham Anda. Selain yield, harus juga memperhatikan kondisi industri, perkembangan perusahaan, dan valuasi yang merupakan faktor fundamental. Kalau salah memilih saham, bahkan memegangnya dalam jangka panjang pun sia-sia. Ada satu poin yang sering diabaikan, yaitu dana untuk menabung saham biasanya terkunci. Kalau mendadak butuh uang dan terpaksa menjual saham, kemungkinan besar keluar saat harga sedang rendah, sehingga tidak hanya tidak mendapatkan dividen, tapi juga mengalami kerugian. Jadi, sebaiknya gunakan dana yang tidak akan dipakai dalam waktu dekat.

Selain itu, imbal hasil jangka pendek memang terbatas. Menabung saham mengandalkan waktu dan bunga majemuk, fluktuasi pasar dalam jangka pendek sangat berpengaruh, jadi tidak realistis berharap bisa cepat kaya dari menabung saham.

Setelah membahas kekurangannya, mari kita bahas keunggulan menabung saham. Daya tarik utamanya adalah penghasilan pasif. Asalkan memegang perusahaan yang sehat dalam jangka panjang, secara rutin bisa menerima dividen tunai atau dividen saham. Kalau dividen yang diterima kembali diinvestasikan, dan digabungkan dengan efek bunga majemuk dari waktu ke waktu, dalam dua tiga puluh tahun, jumlah saham yang dimiliki akan semakin besar seperti bola salju yang menggelinding, dan total pengembalian akhirnya bisa cukup mengesankan.

Selain itu, menabung saham tidak perlu memantau pasar setiap hari, sangat cocok untuk pekerja kantoran. Karena fokusnya jangka panjang, selama kondisi fundamental perusahaan tidak memburuk, bahkan saat pasar bergejolak, kita tetap bisa bertahan, bahkan menganggap penurunan harga saham sebagai kesempatan diskon untuk membeli. Sikap ini jauh lebih stabil dibandingkan trading jangka pendek.

Dari sudut pandang melawan inflasi, perusahaan yang sehat biasanya akan menyesuaikan keuntungan mereka mengikuti kenaikan harga barang, seperti saham bahan mentah, saham keuangan, dan saham kebutuhan pokok rakyat, harga saham dan dividen jangka panjangnya cenderung naik, sehingga secara alami memiliki efek anti-inflasi. Ada juga keuntungan dari segi pajak, di Taiwan, penghasilan dividen bisa digabungkan ke dalam penghasilan gabungan dan menikmati pengurangan pajak sebesar 8,5%, ini sangat menguntungkan bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Lalu, apa saja saham yang harus dipilih untuk menabung saham? Fokusnya bukan hanya pada tingkat dividen, tapi juga kemampuan membayar dividen dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Biasanya, investor menabung saham di Taiwan memilih ETF, seperti Yuanta High Dividend (0056), Yuanta Taiwan 50 (0050), Cathay Sustainable High Dividend (00878), yang memiliki risiko tersebar dan cocok untuk pemula. Atau memilih saham keuangan, karena dividen stabil dan kondisi keuangannya relatif kokoh, seperti Mega Financial, CTBC Financial, E.SUN Financial adalah pilihan umum. Ada juga saham telekomunikasi seperti Chunghwa Telecom, yang tetap stabil meskipun kondisi ekonomi memburuk karena kebutuhan layanan telekomunikasi tetap ada.

Jenis orang seperti apa yang cocok untuk menabung saham? Jika Anda bisa menyisihkan dana idle secara berkala, tidak mengejar keuntungan jangka pendek yang tinggi, memiliki kesabaran untuk menanggung fluktuasi pasar, berinvestasi secara konservatif, dan percaya diri dengan analisis fundamental perusahaan, maka menabung saham bisa menjadi pilihan yang dipertimbangkan.

Akhirnya, saya ingin katakan bahwa menabung saham bukan jaminan menuju kebebasan finansial bagi orang muda. Untuk menjadi kaya, tidak cukup hanya mengandalkan menabung saham, apalagi jika dana yang dimiliki masih terbatas. Mengdiversifikasi investasi adalah dasar utama, memilih metode investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan juga sangat penting. Ingat, semua investasi memiliki risiko, jangan ikut-ikutan secara buta.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan