Saya baru saja membaca cerita yang sangat menarik tentang RSI karena banyak orang yang trading dengan indikator ini mengalami kerugian besar. Pada kenyataannya, RSI adalah alat pengukur momentum yang sebagian besar orang salah paham.



Masalahnya adalah banyak orang menganggap RSI sebagai alat yang otomatis menunjukkan titik balik, membeli saat Oversold dan menjual saat Overbought, lalu selesai. Tetapi para profesional menggunakannya untuk membaca momentum pasar, bukan untuk menebak titik balik. Inilah perbedaan yang menentukan untuk trading yang berkelanjutan.

RSI adalah Relative Strength Index yang dibuat oleh J. Welles Wilder Jr. pada tahun 1978, tetapi namanya sering membingungkan. Relative Strength tidak berarti membandingkan kekuatan aset A dengan B, melainkan membandingkan kekuatan beli dan jual dalam aset tersebut sendiri. Intinya, RSI adalah alat ukur siapa yang sedang mendominasi pasar.

Rumusnya sangat sederhana: RS = Rata-rata kenaikan dibagi dengan Rata-rata kerugian. Jika kekuatan beli rata-rata lebih besar, RSI akan naik di atas 50. Jika kekuatan jual rata-rata lebih besar, RSI akan turun di bawah 50. Garis 50 adalah titik keseimbangan sejati, bukan 70 atau 30.

Ini adalah poin penting. Saat pertama kali membuka grafik, Anda akan melihat garis 70 dan 30, dan buku teks akan mengatakan beli saat 30 dan jual saat 70. Kedengarannya mudah, tetapi ini adalah jebakan yang paling berbahaya. Dalam tren naik yang kuat, RSI bisa bertahan di atas 70 selama beberapa minggu. Jika Anda buru-buru menjual, itu berarti melawan tren dan berisiko fatal untuk portofolio Anda. Demikian pula, dalam tren turun, RSI bisa bertahan di bawah 30 untuk waktu yang lama. Buru-buru membeli berarti menerima pisau yang sedang jatuh.

Teknik yang digunakan para profesional sebenarnya adalah Divergence. Ini adalah sinyal peringatan yang sangat kuat. Bullish Divergence terjadi ketika harga membuat Low lebih rendah, tetapi RSI membuat Low lebih tinggi, menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Bearish Divergence terjadi sebaliknya, harga membuat High lebih tinggi, tetapi RSI membuat High lebih rendah, menandakan kekuatan beli mulai melemah.

Teknik yang lebih kuat lagi adalah Failure Swings. Jika RSI membentuk Divergence lalu menembus titik Low atau High sebelumnya, itu adalah konfirmasi bahwa momentum benar-benar berubah.

Bagi trader yang mengikuti tren, garis 50 mungkin lebih penting daripada 70 dan 30. Selama RSI bertahan di atas 50, pasar dalam mode bullish. Selama di bawah 50, pasar dalam mode bearish. Teknik ini membantu Anda mengetahui arah tren utama.

Namun, ini juga belum lengkap. Jangan hanya mengandalkan RSI saja. Para profesional menggunakan Confluence, yaitu mencari konfirmasi dari beberapa alat sekaligus. Misalnya, menunggu RSI menunjukkan Bearish Divergence dan harga menyentuh resistance penting secara bersamaan, atau menunggu RSI menembus ke bawah 50 dan candlestick Bearish Engulfing muncul bersamaan.

Yang perlu diingat adalah RSI adalah alat pengukur momentum, bukan mantra yang menunjukkan titik beli dan jual yang pasti. Kesalahan terbesar bukan karena indikatornya, tetapi karena salah paham pengguna. Ketika RSI naik tinggi, itu tidak berarti harus turun, tetapi menunjukkan bahwa momentum beli sangat kuat saat ini. Jika Anda memahami perbedaan ini, cara trading Anda akan berubah drastis, seolah-olah menjadi orang yang berbeda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan