Banyak dari kita memiliki emas di rumah baik sebagai perhiasan maupun tabungan, tetapi tidak tahu bahwa ada zakat wajib atasnya. Masalah ini jauh lebih penting, karena Nabi صلى الله عليه وسلم sangat memperingatkan tentang tidak mengeluarkan zakat emas.



Pertama, kita harus memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan ibadah spiritual yang lengkap. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: أقيموا الصلاة وآتوا الزكاة وأطيعوا الرسول، artinya zakat hampir sama pentingnya dengan sholat. Dan Nabi memperingatkan dengan hadis yang sangat keras: Barang siapa memiliki emas atau perak dan tidak mengeluarkan zakatnya, akan dipanggang dengan lembaran dari api neraka pada hari kiamat.

Lalu, berapa nisab emasnya? Nisabnya adalah 85 gram emas murni. Jika kurang dari itu, tidak ada zakat. Tapi jika sudah mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun hijriah penuh, maka wajib mengeluarkan 2.5% dari nilainya.

Hal yang sangat penting adalah bahwa nisab berbeda tergantung karat emasnya. Emas karat 24 adalah 100% murni, tetapi emas karat 21 hanya 87.5% emas murni. Artinya, jika kamu memiliki 100 gram emas karat 21, jumlah emas murninya hanya 87.5 gram. Nisab untuk emas karat 21 sekitar 97 gram.

Bagaimana cara menghitungnya? Sangat mudah. Jika kamu memiliki 100 gram emas karat 21 dan harga per gram emas murni 400 riyal Saudi, perhitungannya sebagai berikut: Pertama, hitung jumlah emas murni (100 × 0.875 = 87.5 gram), lalu hitung nilainya (87.5 × 400 = 35.000 riyal), dan zakatnya adalah 35.000 × 2.5% = 875 riyal. Sangat sederhana.

Tapi ada hal penting: tidak semua emas wajib zakat. Emas yang digunakan wanita untuk perhiasan sehari-hari seperti cincin, gelang, dan kalung, mayoritas ulama mengatakan tidak wajib zakat atasnya. Tetapi jika emas tersebut disimpan atau untuk investasi atau perdagangan, maka zakat wajib 100%.

Dan hal lain yang penting: zakat tidak diberikan kepada sembarang orang. Allah menentukan 8 golongan yang berhak menerima zakat: fakir, miskin, amil zakat, muallaf, untuk membebaskan budak, gharim, fi sabilillah, dan ibn as-sabil. Tidak diberikan kepada keluarga Nabi, atau orang kaya, atau kafir, maupun kepada mereka yang nafkahnya wajib kamu tanggung seperti orang tua, istri, dan anak-anak.

Hal terakhir adalah bahwa zakat menyucikan harta dan menambah keberkahan di dalamnya. Ia bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi investasi spiritual. Ketika kamu mengeluarkan zakat dengan niat yang tulus, kamu akan merasa tenang atas rezeki kamu dan turut berkontribusi mengurangi kesenjangan sosial. Yang penting adalah mengeluarkannya tepat waktu dan tidak menundanya tanpa alasan, dan sebaiknya dikeluarkan saat haul selesai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan