Melihat teman bertanya tentang APR dan APY sering banget, lalu bingung harus memilih produk Staking atau Yield Farming yang mana. Sebenarnya tidak sesulit itu kok. Hanya perlu memahami perbedaan antara keduanya saja sudah cukup.



Mari mulai dari dasar dulu ya. APR adalah Persentase Tahunan atau Annual Percentage Rate. Ini adalah tingkat bunga dasar yang tidak memperhitungkan bunga berbunga. Jika kamu melihat apr 5%, artinya modalmu akan mendapatkan hasil 5% per tahun saja. Tidak ada perhitungan bunga dari bunga yang didapatkan. Contohnya, berinvestasi 100 rupiah dengan apr 5%, setelah satu tahun kamu akan mendapatkan 105 rupiah saja.

Sedangkan APY adalah Persentase Hasil Tahunan atau Annual Percentage Yield. Ini memperhitungkan bunga berbunga. Artinya, bunga yang kamu dapatkan akan dihitung kembali untuk periode berikutnya. Seperti uangmu sedang bekerja untuk uangmu. Jika apr 5% tapi dihitung bunga berbunga harian, hasil sebenarnya akan sedikit lebih tinggi dari 5%.

Di dunia kripto, kita sering menemui kedua ini saat memilih Staking Pool atau Liquidity Pool di DeFi. Beberapa platform akan memberi tahu apr, beberapa akan memberi tahu APY, dan ada juga yang memberi keduanya. Yang perlu diketahui adalah jika kamu adalah pemberi pinjaman atau investor, APY lebih baik daripada apr karena kamu mendapatkan hasil yang lebih nyata.

Mari lihat contoh nyata. Misalnya kamu punya 1 Ethereum dan ingin melakukan staking di platform DeFi. Platform memberi tahu apr 24%. Hitungannya sederhana, setelah satu tahun kamu akan mendapatkan tambahan 0,24 ETH, sehingga totalnya menjadi 1,24 ETH. Tapi jika platform tersebut memberi hasil harian dan menghitung APY, hasil sebenarnya akan sedikit lebih dari 24% karena bunga hari pertama akan dihitung kembali di hari kedua, dan seterusnya.

Rumus menghitung apr cukup sederhana. Apr sama dengan tingkat bunga per periode dikali jumlah periode dalam setahun. Jika apr adalah persen per bulan 0,5%, maka dikalikan 12 bulan, hasilnya 6% per tahun. Sedangkan APY sedikit lebih rumit karena harus memperhitungkan bunga berbunga. Rumusnya adalah APY sama dengan 1 ditambah tingkat bunga per periode dipangkatkan dengan jumlah periode, lalu dikurangi 1. Kalau tidak mau pusing, bisa pakai kalkulator online saja.

Dalam konteks pinjaman atau kartu kredit, apr jauh lebih penting karena memberi tahu berapa banyak yang harus dibayar per tahun. Sedangkan APY tidak terlalu digunakan dalam pinjaman, tapi lebih untuk menghitung hasil dari tabungan atau investasi.

Ada satu hal lagi yang perlu diketahui, yaitu apr ada dua jenis: Fixed apr di mana tingkat bunga tidak berubah, dan Variable apr di mana tingkat bunga bisa berubah sesuai kondisi pasar. Di DeFi biasanya kita menemui Variable apr karena pasar kripto sangat fluktuatif. Jika pasar bagus, apr bisa naik; jika tidak, apr bisa turun.

Saat memilih Staking atau Yield Farming, jangan hanya melihat apr saja, tapi juga perhatikan APY. Karena kadang apr tinggi tapi bunga berbunga jarang dihitung, sehingga APY tidak setinggi yang diperkirakan. Ada juga platform yang memberi hasil harian atau jam, sehingga APY-nya jauh lebih tinggi dari apr.

Contoh agar lebih jelas. Misalnya kamu menginvestasikan 10.000 rupiah dengan apr 5% per tahun. Setelah satu tahun, kamu akan mendapatkan 500 rupiah, totalnya jadi 10.500 rupiah. Tapi jika dihitung dengan APY 5% dengan bunga berbunga bulanan, hasilnya sekitar 5,12%, jadi totalnya sekitar 10.512 rupiah. Terlihat kecil, tapi seiring waktu perbedaannya akan makin nyata.

Setelah tiga tahun, dengan apr 5% per tahun, totalnya jadi sekitar 1.500 rupiah, jadi 11.500 rupiah. Tapi dengan APY 5% yang dihitung berbunga bulanan, hasilnya sekitar 1.576 rupiah, jadi total 11.576 rupiah. Perbedaannya cukup signifikan.

Di dunia kripto, baik apr maupun APY sama-sama penting. Tergantung apakah kamu pemberi pinjaman atau peminjam. Kalau pemberi pinjaman atau investor, kamu ingin APY tinggi karena menunjukkan hasil nyata. Kalau peminjam, kamu ingin apr rendah karena menunjukkan biaya sebenarnya.

Saat memilih Staking Pool, perhatikan apakah platform memberi tahu apr atau APY. Kalau apr, hitung sendiri berapa APY-nya dengan memperhitungkan frekuensi bunga berbunga. Semakin sering bunga dihitung, semakin tinggi APY-nya.

Ada satu hal yang perlu diwaspadai. Beberapa platform mungkin menampilkan apr yang sangat tinggi tapi tidak memperhitungkan biaya atau biaya lain. Bacalah detailnya dengan baik, karena biaya bisa mengurangi hasil kamu secara signifikan.

Kesimpulannya, apr dan APY berbeda karena apr tidak memperhitungkan bunga berbunga, sedangkan APY memperhitungkannya. Dalam investasi kripto, APY biasanya memberi hasil yang lebih nyata. Jadi saat memilih produk Staking atau Yield Farming, perhatikan APY dengan baik dan pertimbangkan seberapa sering platform menghitung bunga berbunga. Kalau masih bingung, gunakan kalkulator online untuk menghitung apr dan APY secara jelas.
ETH-2,92%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan