Jika Anda baru mulai trading saham, Anda mungkin memperhatikan bahwa harga tidak bergerak secara acak. Harga memiliki pola, dan memahami pola grafik ini bisa menjadi game changer bagi Anda. Teknik analisis pola grafik ini telah digunakan selama bertahun-tahun karena membantu kita membaca dan menafsirkan pergerakan harga dengan mudah dan dapat diterapkan secara praktis.



Pola grafik saham dibagi menjadi 3 kategori utama. Kategori pertama adalah pola pembalikan tren, yang merupakan sinyal peringatan bahwa tren akan berbalik arah, misalnya dari naik menjadi turun atau sebaliknya. Kategori kedua adalah pola kelanjutan tren, yang menunjukkan bahwa harga sedang berkonsolidasi sementara, tetapi akan melanjutkan arah sebelumnya. Dan kategori ketiga adalah pola yang sedang memilih jalur, yang belum jelas arahnya ke mana.

Mari kita lihat 10 pola grafik yang harus diketahui trader.

Yang pertama adalah Kepala dan Bahu (Head and Shoulders), yang merupakan pola yang sangat populer untuk menunjukkan perubahan dari tren naik ke tren turun. Terjadi ketika harga mencapai titik tertinggi baru, tetapi kemudian tidak mampu mencapai titik tertinggi baru lagi. Ini adalah sinyal bahwa tekanan jual mulai menguat.

Yang kedua adalah Kepala dan Bahu Terbalik, yang merupakan pembalikan dari pola pertama. Digunakan untuk menunjukkan perubahan dari tren turun ke tren naik. Terjadi ketika harga mencapai titik terendah baru dua kali, tetapi kemudian tidak mampu mencapai titik terendah baru lagi.

Yang ketiga dan keempat adalah Double Top dan Double Bottom, yang mirip dengan pola Kepala dan Bahu, tetapi hanya memiliki dua titik tertinggi atau dua titik terendah. Double Top menunjukkan pembalikan ke tren turun, sedangkan Double Bottom menunjukkan pembalikan ke tren naik.

Yang kelima adalah Cangkir dan Dasar Melengkung (Cup/Rounding Bottom), sebuah pola yang perlahan-lahan turun kemudian naik kembali, terlihat seperti dasar cangkir. Biasanya terjadi saat tekanan jual melemah dan tekanan beli mulai kembali.

Yang keenam adalah Cangkir dan Handle (Cup and Handle), yang mirip dengan pola Cangkir, tetapi ada fase konsolidasi setelah harga naik. Ini adalah pola kelanjutan tren, bukan pembalikan.

Yang ketujuh adalah Bendera (Flag), yang dapat muncul baik dalam tren naik maupun turun. Harga berkonsolidasi dalam kerangka kecil (channel) lalu menembus keluar ke arah tren sebelumnya.

Yang kedelapan, kesembilan, dan kesepuluh adalah berbagai bentuk segitiga, termasuk Ascending Triangle (Segitiga Naik), yang menunjukkan kelanjutan tren naik; Descending Triangle (Segitiga Turun), yang menunjukkan kelanjutan tren turun; dan Symmetrical Triangle (Segitiga Simetris), yang pola ini belum jelas arahnya ke mana.

Bagi trader, tren adalah hal yang penting, dan pola grafik adalah alat yang membantu kita memahami ke mana tren akan bergerak. Apakah Anda pemula atau sudah berpengalaman, alat ini tetap berguna. Yang terpenting adalah latihan dan pengamatan pola-pola ini secara cukup, sehingga Anda dapat menggunakan pola grafik ini untuk menciptakan keunggulan bagi diri sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan