Pernah bertanya-tanya mengapa beberapa orang sukses berinvestasi saham dan yang lain mengalami kerugian?


Kebanyakan karena mereka tidak memiliki "portofolio saham" yang jelas atau memahami seperti apa seharusnya portofolio saham itu.

Sebenarnya, portofolio saham adalah berinvestasi di saham berbagai perusahaan dengan menyebarkan uang ke banyak saham dan industri untuk mengurangi risiko.
Bukan dengan menginvestasikan seluruh uang ke satu saham saja.
Portofolio saham yang baik akan membantu Anda tidur nyenyak, meskipun pasar mengalami volatilitas.

Berapa banyak tipe yang perlu diketahui?
Portofolio agresif cocok untuk orang yang menerima risiko tinggi dan mengharapkan keuntungan besar, tetapi harus memiliki pengalaman dan pengetahuan analisis saham.
Portofolio konservatif adalah pilihan yang baik untuk pemula karena memilih saham yang terkenal, risiko rendah, keuntungan tidak besar tapi stabil.
Lalu ada juga portofolio campuran yang mencari keseimbangan antara keduanya.

Jika Anda ingin penghasilan tetap dari investasi, portofolio penghasil pendapatan adalah pilihan.
Investasi di saham yang membayar dividen tinggi, seperti saham bank, pembangkit listrik, air bersih, mendapatkan dividen secara bulanan atau tahunan.
Sedangkan portofolio spekulatif mirip dengan portofolio agresif tapi lebih intensif.
Risiko lebih besar, tetapi peluang keuntungan juga besar.

Untuk pemula yang belum tahu harus mulai dari mana, saya sarankan mulai dari Blue Chip Stocks dulu.
Saham perusahaan terkenal yang sudah lama beroperasi, seperti INTUCH, CPALL, PTT di Thailand, atau Apple, Microsoft di luar negeri.
Risiko rendah dan mudah dipahami.

Hal terpenting adalah, sebelum membuka portofolio saham, harus menetapkan tujuan yang jelas.
Investasi untuk apa?
Menambah kekayaan jangka panjang atau menciptakan penghasilan tetap?
Kemudian pilihlah jenis portofolio yang sesuai dengan tujuan dan kesiapan risiko Anda.

Selain itu, ingatlah untuk menggunakan uang tabungan yang tidak perlu digunakan secara mendesak.
Investasi terkadang harus menunggu, jika menyimpan uang yang diperlukan dan pasar turun, Anda akan terpaksa menjual dengan kerugian.

Saat memilih broker, pilih yang terpercaya dan memiliki layanan baik.
Baik perusahaan sekuritas Thailand seperti Kasikornbank, Maybank Kim Eng, atau broker luar negeri.
Yang penting adalah aman, diawasi dengan baik, dan menyediakan layanan penyetoran dana melalui bank Thailand agar nyaman.

Membuka portofolio saham sekarang sudah mudah.
Banyak broker yang membuka akun online, cukup isi data, unggah dokumen, dan dalam beberapa menit sudah bisa mulai berinvestasi.

Kesimpulannya, portofolio saham adalah strategi penting dalam berinvestasi.
Ini memberi tahu Anda bagaimana uang Anda tersebar dan membantu mengurangi risiko.
Pemula tidak perlu buru-buru ke portofolio agresif, mulai dari portofolio konservatif atau penghasil pendapatan dulu.
Ketika sudah berpengalaman, baru bisa menyesuaikan.
Yang terpenting adalah belajar secara terus-menerus dan memiliki sistem pengelolaan portofolio yang baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan