Saya akhir-akhir ini bertanya-tanya tentang topik zakat emas, terutama karena banyak orang memiliki emas tetapi tidak tahu pasti bagaimana menghitungnya. Sebenarnya, topik ini lebih penting dari yang kita bayangkan.



Pertama, zakat adalah salah satu rukun Islam yang utama, dan bukan sekadar kewajiban finansial. Allah berfirman: dirikanlah shalat dan keluarkanlah zakat. Dan ketika kita berbicara tentang emas secara khusus, kita berbicara tentang salah satu bentuk kekayaan tertua. Orang-orang telah menggunakan emas untuk jual beli, simpanan, dan investasi selama ribuan tahun.

Poin utama: jika kamu memiliki emas dan mencapai nisab syar’i — yaitu sekitar 85 gram emas murni — dan telah melewati satu tahun hijriyah penuh, maka kamu wajib mengeluarkan zakat. Persentasenya sangat jelas: 2,5% dari nilai emas.

Tapi di sini muncul pertanyaan penting: bagaimana cara menghitungnya secara nyata? Kebanyakan orang memiliki emas dengan karat yang berbeda-beda. Emas karat 24 adalah 100% emas murni. Sedangkan karat 21 — yang paling umum digunakan di wilayah ini — mengandung 87,5% emas murni. Dan karat 18 hanya mengandung 75%.

Misalnya, jika kamu memiliki 100 gram emas karat 21 dan harga per gram emas murni 400 riyal, perhitungannya sederhana: 100 gram × 0,875 = 87,5 gram emas murni. Ini setara dengan 35.000 riyal. Dan zakatnya = 35.000 × 2,5% = 875 riyal.

Untuk menghitung zakat emas karat 21 secara khusus, nisabnya sekitar 97 gram karena kadar kemurniannya lebih rendah dari karat 24. Tapi caranya tetap sama: konversi ke emas murni, kalikan dengan harga, lalu ambil 2,5%.

Yang penting adalah membedakan antara dua jenis emas: emas untuk perhiasan sehari-hari, dan emas untuk simpanan serta investasi. Para fuqaha mengatakan bahwa perhiasan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari tidak wajib dizakati. Tapi emas yang disimpan atau dibeli dengan niat investasi atau perdagangan, maka zakatnya wajib.

Bahkan jika kamu membeli emas melalui dana investasi atau ETF, zakat tetap wajib atasnya dengan cara yang sama. Nilai emas dihitung berdasarkan harga pasar saat haul selesai, lalu keluarkan 2,5%.

Poin terakhir dan penting: zakat bukan sekadar kewajiban agama. Ia membersihkan harta dari keraguan dan menambah berkah di dalamnya. Juga membantu mengurangi kesenjangan sosial. Ketika kamu mengeluarkan zakat dengan niat tulus, kamu berkontribusi dalam solidaritas masyarakat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Intinya: hitung berat emasmu, pastikan karatnya, konversikan ke emas murni, kalikan dengan harga, ambil 2,5%, dan keluarkan saat haul selesai. Sangat sederhana jika kamu tahu langkah-langkahnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan